Telusur.co.id - Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Pouyono mengungkapkan bahwa yang dimaksud 'penumpang gelap' adalah orang-orang yang kecewa melihat Prabowo Subianto saat ini terlihat mesra dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan PDIP.
Hal itu diungkapkan Arief dalam wawancara dengan stasiun televisi Kompas TV yang membahassosok 'penumpang gelap' yang berada di barisan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 lalu.
Arief mengungkapkan, banyak penumpang gelap yang mendukung Prabowo di Pilpres, diantaranya ia menyebut ada sejumlah tokoh dari organisasi yang dibubarkan pemerintah Jokowi yakni Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI).
"Kelompok-kelompok penumpang gelap kan waktu itu juga banyak, misalnya beberapa tokoh-tokoh HTI yang ikut dalam pemenangannya Pak Prabowo-Sandi," kata Arief, seperti dikutip dari chanel YouTube Kompas TV, Senin (12/8/19).
"Tapi saya tidak mengatakan mereka negatif ya, artinya mereka kan juga dengan sukarela, waktu itu mungkin mereka punya perjuangan yang sama ya, artinya ketika misalnya HTI ditutup, artinya kan mereka kan juga menjadikan Joko Widodo musuh bersama mereka," ucap dia.
Lebih jauh dalam wawancara tersebut Arief pun meminta para penumpang gelap untuk keluar dari barisan pendukung Prabowo dan jangan lagi membuat kacau.
"Penumpang-penumpang gelap yang belum puas monggo aja keluar dari barisan kita, yang memang sudah keluar ya, artinya mereka nggak perlu lagi mengacaukan," kata Arief. [Fhr]
Laporan: Fahri Haidar