telusur.co.id - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mendesak kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber diusut secara tuntas agar tidak terulang atau menimpa para ulama dan kiai dikemudian hari. "Penting dibongkar tuntas motif di balik persekusi itu, agar tak terulang," desak Hidayat Nur Wahid melalui akun media sosialnya, Minggu.
Dijelaskan Hidayat, kasus penganiayaan terhadap para ulama kerap terjadi di daerah. Kata dia, sebelum Syekh Ali Jaber, kasus serupa juga dialami Imam di Masjid Pekanbaru. "Sangat menyesalkan kembali terjadinya penganiayaan di Masjid," katanya.
Petinggi Partai Keadilan Sejahtera ini mengingatkan kepada penegak hukum agar tidak mengaburkan kasus penusukan terhadap ulama dengan mengatakan pelakunya sakit jiwa. "Jangan dikaburkan pelakunya sebagai “gangguan jiwa”," kata Hidayat, mengingatkan.
Peristiwa penusukan itu terjadi ketika Syekh Ali Jaber sedang mengisi ceramah di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung.
Detik detik penusukan itu beredar luas di media sosial dan grup WhatSapp. Di dalam video singkat itu, Syekh Ali Jaber duduk di panggung. Ia sedang berbincang dengan seorang ibu dan anaknya.
Para jamaah khusu' mendengarkan apa yang disampaikan oleh Syekh Ali Jaber. Masih dari video itu, pemuda yang memakai kaos ungu tua dengan langkah cepat muncul dari luar acara tiba-tiba langsung menuju panggung.
Tanpa pikir panjang lagi, pemuda itu langsung menghunus benda tajam ke arah Syekh Ali Jaber. Mendadak, para jamaah langsung menyergap pemuda tersebut.
Keadaan dan situasi yang awalnya adem, tiba-tiba ramai. Ibu-ibu pun histeris. Syekh Ali Jaber pun tetap tenang. Beberapa jamaah menggopoh.
Setelah mendapatkan perawatan, terlihat ada beberapa jahitan di lengan kanan Syekh Ali Jaber. [ham]