Uji materi terhadap 20 persen Presidential Treshold (PT) yang belum di putus MK hingga saat ini mendapat kritikan dari para akademisi, salah satunya Mantan Dosen Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung.
Menurut dia, MK membuat masyarakat ‘galau’, bahkan masyarakat bisa-bisa sakit karena menunggu putusan yang terlalu lama.
“Kita sakit karena menyaksikan sejumlah irasionalitas dipamerkan telanjang bahkan tidak di edit irasionalitas nya itu soal kita hari ini,” kata Rocky dalam diskusi bertajuk ” Hapus Ambang Batas Nyapres: Darurat Demokrasi, Darurat Kontitusi” di gedung Muhamadiyah, Kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (31/7/18).
“Udah dua bulan urgensinya (menunggu putusan MK-red) seolah-olah tertinggal oleh kegenitan talk show,” sambung Rocky.
Dijelaskan Rocky, MK seharusnya memandang bahwa lembaga tinggi itu di bentuk berdasarkan cita-cita reformasi, dimana MK diharapkan mampu menjaga konstitusi dan mempertahankan sistem demokrasi yang aktif.
“(MK) didesain untuk memelihara kemasukakalan berwarga negara. Karena itu kita menginginkan MK melakukan peran yudisial aktivitsime. Aktif untuk menghasilkan demokrasi yang ada sekarang ini pasif,” sindir Rocky.
Oleh sebab itu, Rocky mengaku heran dengan keadaan MK saat ini. “Sekarang kita bertanya kenapa dia pasif, padahal keadaan di luar sangat aktif keadaan politik sangat dinamis dan aktif orang menugu fatwa dari MK?,” tutup Rocky.[far]