Telusur.co.id -Baru-baru ini ( 9/7) Annake dan beberapa temannya dari Markasnya di Bandung mendatangi Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jalan Merdeka Barat no. 9 Jakarta. Mereka mempresentasikan Aplikasi Roda Indonesia, Transportasi Online .
Menurut Annake, Konsep Transportasi Online miliknya ini berbeda dengan Go Jek atau Grab. Mereka tidak mengambil keuntungan perusahaan dari driver atau supir. “Kami tidak mau makan keringat driver. Driver penghasilannya sudah kecil, kemudian dihisap lagi oleh perusahaan raksasa. Kapan mereka mau terbantu dan naik taraf kehidupan nya “.Kata perempuan aktivis ini sedikit beridealisme.
Menurutnya, perusahaan sebagai Operator Transportasi Online sekarang ini keuntungannya cukup besar, tetapi milik driver masih disunat juga. Berlipat-lipat keuntungan mereka. “Perusahaan kita nanti untuk menghidupi karyawan cukup dari Iklan Bulanan di website dan aplikasi”. Katanya sedikit membocorkan rahasia perusahaan.
Lebih lanjut dikatakannya, di tengah arus globalisasi, persaingan usaha tak terelakkan. Transportasi online yang ada sekarang ini pendatang dari luar semua. Dan menyusul GET dari Thailand yang akan merebut segmen konsumen pemakai kendaraan umum saban hari di perkotaan dan di daerah. “Otomatis uang rakyat Indonesia kelas menengah ke bawah dibobol dibawa keluar negeri”. Katanya mengugah semangat nasionalisme.
“Dan yang lebih parah lagi, tanpa disadari oleh banyak konsumen, bahwa data pribadi selengkap-lengkapnya masuk ke server luar. Berarti sesungguhnya kita sudah telanjang, tanpa sekat dan penutup. Data akurat kita sudah dipegang mereka. Tinggal menunggu Bom Waktu, kita menjadi sasaran tembak perang fisik dan nonfisik. Nonfisik kita sudah diperang dalam barang dagangan dan lainnya”. Katanya dengan panjang lebar.
“Dalam kondisi yang menantang ini kami hadir dari Anak Bangsa dengan idealisme, meskipun mungkin kami masih lemah dalam bentuk permodalan. Kami memang butuh Bapak Asuh dari Merah Putih, bukan investor luar untuk bergandengan tangan ikut membangun bangsa, terutama perekonomian kaum marginal”. Katanya.
Dalam pertemuannya dengan pihak Kemkominfo, selain berdiskusi, presentasi dan menyampaikan aspirasi. Juga menyampaikan Cenderamata, Baju Kebesaran Roda Indonesia untuk Menteri Rudiantara yang diterima langsung oleh Plt. Direktur Ekonomi Digital DR. Ir. I Nyoman Adhitama, M. Eng di ruang kerjanya dengan disaksikan staf direktorat tersebut.[asp]