Telusur.co.id - Politikus Partai Demokrat Andi Arief menyayangkan, sikap Sekjen PPP Arsul Sani meminta Bareskrim Polri mengusut cuitan kader Demokrat Zara Zettira yang disebutnya menghina pesantren.
Menurut Andi, seharusnya Arsul meluruskan kalau apa yang ditulis Zara tidak benar, bukan malah dilaporkan ke polisi.
“Pak @arsul_sani, mohon jangan gunakan sumbu pendek. Kalau anda merasa tidak berkenan ada caranya, maafkan atau jelaskan bahwa itu tidak benar,” kata Andi dalam akun Twitter-nya @AndiArief__, Sabtu (6/7/19).
Andi menyindir, orang yang gampang melaporkan ke polisi itu, karena sudah kehabisan argumentasi. Seharusnya, kata dia, bukakanlah pintu maaf dan berdialog, bila ada kesalahan.
“Orang yang melapor ke polisi itu karena gagal berargumentasi, sebagian gak terbuka pintu maaf. Anda yang mana?” tulisnya.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP Arsul Sani, sebelumnya, meminta Bareskrim Polri mengusut akun Twitter @zarazettira atas twitannya yang disebutnya menghina pesantren.
Arsul menyebut akun Zara Zettira memang kerap menyinggung pihak lain. Bahkan, kata dia, banyak cuitan Zara Zettira yang berbau penghinaan.
Akun Zara Zettira sebelumnya menuliskan kalimat yang disebut menghina pesantren. Dia me-retweet berita tentang skandal bertubi-tubi di Kementerian Agama dengan komemntar, “Tradisi Pesantren jangan dibawa ke Kementrian, camkan!” cuitnya, Jumat (5/7/19). [asp]