Pimpinan DPD : Pemindahan Ibu Kota Belum Urgent

Pimpinan DPD : Pemindahan Ibu Kota Belum Urgent

Telusur.co.id -Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono menilai, rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke luar pulau Jawa belum urgent atau belum penting untuk dilakukan, saat ini.

“Kalau menurut saya, saat ini belum tergesa-gesa (belum perlu pindah),” ujar Nono kepada telusur.co.id, Selasa (30/4/19).

Sebab, kata Nono, infrakstruktur dan kebutuhan masyarkat di daerah Indonesia Timur belum terpenuhi dan belum kuat untuk dijadikan ibu kota negara, menggantikan Jakarta.

“Kalau ini mau dipindahkan, katakanlah ke Palangkaraya seperti keininan bung Karno, pertama adalah harus direncanakan lebih baik. Tahapannya seperti apa?, Kita juga harus meneliti di segi geopolitik, juga geo strategi, apakah sudah selayaknya digunakan?,” . Kita masih dalam kondisi seperti ini.

masih ada daerah-daerah yang tertinggal khususnya di daerah timur, daerah berbasis kepulaun, tingkat kesejahteraanya juga masih jauh, infrakstruktur yang belum memadai, bukannya itu hanya akan lebih membebani,” paparnya.

Oleh karena itu lah, Purnawirawan letnan Jendral TNI ini, meminta pemerintah untuk terus mengkaji secara detail pemindahan ibu kota negara Indonesia dan meminta pemerintah untuk lebih fokus membangun dan memenuhi hak-hak dasar masyarakat, terlebih dahulu.

“Apakah dalam kondisi negara saat ini sudah waktunya (pindah), masih ada prioritas lain, seperti kesejahteraan,masyarakat, kesehatan, pendidikan dan kebutuhan dasar sangat memerlukan.

Karena, tidak langsung loh pemindahan ibu kota dia langsung berdampak terhadap kesejahteraan dan kemajuan. Kita harus relative stabil (dahulu), kuat dahulu sebelum dipindahkan,” ungkapnya.

Untuk itu juga, senator asal Bangkalan ini menilai, Jakarta merupakan daerah yang masih tepat untuk dijadikan ibu kota negara. Meski disisi lain, Ia Jakarta saat ini memang telah banyak persoalan, seperti macet, penduduk yang padat dan banjir.

“Fakta menggambarkan memang banyak persoalan. Banyak implikasinya lah. (Tapi)

Jakarta menjadi ibu kota itu menjadi fakta sejarah, sangat mendukung apabila jakartya menjadi ibu kota negara,” ucapnya kembali.

Pemerintah saat ini masih terus mengkaji wilayah yang layak untuk menjadi ibu kota baru. dalam rapat kabinet kemarin Jokowi sudah memutuskan bahwa Ibu Kota baru akan berlokasi di luar Pulau Jawa. Sebab, Jokowi menilai pulau Jawa sudah terlalu padat penduduk.[asp]

Komentar

Artikel Terkait