Telusur.co.id - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin mengatakan, bandara dan pelabuhan menjadi gerbang utama bagi masuknya investasi dalam penguatan perekonomian Indonesia.
Menurut dia, perbaikan kinerja dan pelayanan publik di kedua area itu menjadi hal yang sangat fundamental dan strategis untuk membangun kemandirian ekonomi.
“Pembangunan zona integritas pada kawasan bandara dan pelabuhan merupakan role model spirit island of integrity bagi terciptanya integritas dan pelayanan publik yang baik,” ujar Syafruddin di Jakarta, Kamis (2/4/19).
Hal ini sejalan dengan strategi penguatan ekonomi nasional yaitu menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi terbaik investasi dunia. “Bappenas telah menghitung persepsi optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia masuk dalam 5 besar di dunia,” paparnya.
Melalui pembangunan zona integritas, Syafruddin berharap masyarakat dapat merasakan langsung perbaikan kualitas pelayanan publik tersebut. Tata kelola lintas instansi pada kawasan strategis ini akan semakin terpadu.
Pembangunan zona integritas juga akan menciptakan budaya melayani, budaya kinerja, dan budaya integritas sebagai bagian dari mengakselerasi reformasi birokrasi. Setiap unit kerja yang berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) akan menjadi proyek percontohan perubahan kualitas pelayanan pemerintahan.
Mantan Wakapolri ini mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir pembangunan zona integritas di kementerian dan lembaga berkembang sangat pesat. Hal ini menunjukan kuatnya komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan publik berintegritas yang terbebas dari korupsi.
“Capaian ini tentu harus diapresiasi karena menandai semakin akuntabelnya aspek keuangan dan hukum,” tuturnya.
Keduanya, merupakan unsur yang sangat penting terlaksananya demokrasi dan pembangunan di Indonesia.
Pembangunan zona integritas dengan mewujudkan unit kerja berpredikat WBK dan WBBM tidak mudah. Hal ini dikarenakan zona integritas mensyaratkan perbaikan internal organisasi secara nyata, sistematis dan berkelanjutan dari level pimpinan hingga pelaksa.
“Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seuruh pihak yang telah percaya dan memberikan komitmenya terhadap pembangunan zona integritas,” tandas Syafruddin.[asp]