Telusur.co.id -Jakarta l Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Banteng Muda Indonesia (Wasekjen BMI), Mixil Minamunir, mengatakan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bukanlah organisasi keagaman dan organisasi sosial. Namun, HTI merupakan organisasi politik yang bertujuan akhir merebut kekuasaan.
“HTI jauh lebih radikalisme karena ingin meruntuhkan pancasila dan diganti dengan khilafah,” ujar Mixil saat acara Halal Bihalal BMI fan diskusi dengan tema “Mendorong Realisasi Pemerintah Atas Pembubaran Hisbut Tahrir Indonseia” di Kantor DPP BMI, Jakarta Pusat, Mingu (9/7).
Oleh karena itu, Mixil Mengajak seluruh stakeholder untuk menjaga dan mempertahan kan Pancasila dan NKRI dengan menutup seluruh ruang kegiatan HTI yang dapat mempengaruhi runtuhnya pancasila dan NKRI.
“Yang kita harus lakukan saat ini menutup setiap jalan dan membubarkan kegiatan HTI yang dapat meruntuhkan pancasila,” tegasnya.
Senada dengan itu, Donny Gahral, Ketua DPN PKPI mengatakan, Idiologi HTI dilarang karena tidak mengenal pancasila dan HTI tidak mengakui pancasila.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah legitasi publik dan dukungan seluruh aparatur negara,” katanya.
Selain itu, ketua Pimpinan Pusat Pemuda Hanura, Wisnu Dewanto menyebutkan, HTI telah lari dari kesepakatan nilai bangsa. Indonesia kuat karena bersatu dari beberapa perbedaan dan keanekaragaman antar suku, budaya, ras dan agama.
“Kalau jaman dulu walisongo dakwah sesuai dengan langit dijunjung dan tidak dengan radikalisme, tapi HTI sebaliknya. Dakwah HTI tidak sesuai dan radikalisme,” tutupnya.