Telusur.co.id -Mantan Juru Bicara presiden ke 4, Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi, mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap meninggalnya 144 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
“Hanya menyebut belasungkawa, pejuang demokrasi dan akan di evaluasi tidak cukup,” ucap dia dikawasan Tebet, Jakarta, Kamis (25/4/19).
Seharusnya, menurut Adhie, Jokowi sebagai kepala pemerintahan melakukan langkah-langkah nyata. Karena, Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) sebagai penentu arah bangsa lima tahun mendatang.
“Yang mengejutkan hal ini dianggap hal biasa. Dalam 1 minggu 144 meninggal santai-santai saja, hanya mendapat istilah pejuang demokrasi,” ucap dia
Tak sampai disitu Ketua Umum Swing Voters ini juga menuturkan bahwa persoalan itu tidak cukup hanya ucapan, akan tetapi langkah nyata menuntaskannya.
“Seharusnya, Pemerintah sedini mungkin menetapkan tragedi itu sebagai Kejadian Luar Biasa,” kata dia.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat jumlah petugas Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang diterima dunia pada Pemilu 2019 bertambah menjadi 144 orang.
Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik mengatakan, bahwa jumlah itu bertambah dari jumlah yang sebelumnya 119 orang yang disetujui pada hari Selasa (23/4).
“Berita duka lagi yang saya sampaikan, perbarui kami tanggal 24 April pukul 15.00 WIB, kedukaan kami sebagai penyelenggara pemilu meningkat. Saat ini 144 orang yang wafat dari penyelenggara pemilu dan 883 sakit,” kata Evi melalui pendaftaran yang ditandatangani, Rabu (24/4).[far]