Direktur Eksekutif Indonesia Development Sosial Community (INDEC) Faisal AP menyarankan, Presiden Joko Widodo tetap menempatkan pejabat berlatar belakang sipil di posisi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk periode 2019-2024, bukan purnawirawan aparat. Sebab, sipil itu sudah berpengalaman dengan kehidupan demokrasi.
“Akan lebih baik jika tetap dipimpin oleh civil. Menurut saya mantan aparat polisi atau militer ini tidak relevan seiring dengan perkembngan demokrasi kita yang semakin maju,” kata Faisal dalam keterangannya, Senin (1/7/19).
Menurut Faisal, lembaga negara seperti Kemendagri adalah roh penjaga demokrasi. Karena, Kemendagri membina organsiasi masyarakat (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta bermitra dengan partai politik dan lainnya.
Kemudian, Kemendagri juga berwenang untuk memberi sanksi serta mencabut izin Surat Keterangan Terdaftar (SKT) ormas yang dianggap “nakal” maupun menyimpang dari Pancasila.
Oleh karena itu, tegas Faisal, kepemimpinan di Kemendagri ini harus dipegang oleh mereka yang dalam kehidupan dan pengalamannya terbiasa dengan sikap demokratis.
“Bukan berarti mantan polisi atau TNI tidak layak menduduki posiai tersebut. Tapi ini soal budaya organisasi. Di Kemendagri yang membidani soal politik dan demokrasi maka alangkah baiknya jika dipimpin oleh civil,” saran Faisal.
“Jika orang terbiasa memimpin dengan komando, maka sangat susah beradaptasi dengan lingkungan organisasi yang hubungan kerjasamanya berbagai macam budaya” sambungnya.
Bagi Faisal, pejabat yang berlatar aparat baik TNI maupun Polri, sebaiknya ditempatkan di posisi yang terbiasa dengan karakter mereka dibesarkan.
“Ya, kalau seorang pensiunan polisi mungkin lebih tepat di kementerian atau lembaga yNg berhubungan dengan keamanan negara. Kalau pensiunan TNI mungkin lebih pas di kementerian pertahanan dan kementerian lainnya, yang berkaitan dengam pertahanan dan keamanan. Kalau dia seorang akademisi atau praktisi dibidang ekonomi baiknya dikementerian/lembaga dibidang ekonomi. Sesuai dengan latar belakang keahliannya,” tandas Faisal. [asp]