Telusur.co.id -Pemilu serentak 2019, bukan hanya menjadi sejarah pemilu berbarengan antara pileg dan pilpres, tetapi juga sejarah banyaknya petugas yang meninggal dunia.
Dalam catatan Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Selasa (23/4/2019) pukul 16.30 WIB. Jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) yang meninggal dunia bertambah menjadi 119 orang dan 548 orang dilaporkan sakit.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Mohammad Siddik mengaku sedih. Pemilu sebagai pesta demokrasi yang seharusnya menjadi ajang kegembiraan bagi rakyat justru menjadi mesin yang mematikan.
“Keluarga Besar Dewan Da’wah turut berduka atas meninggalnya para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sedang menjalankan tugas, semoga Allah SWT,” ungkap Siddik.
Iapun mendoakan kepada petugas yang meninggal saat bertugas diberikan ampunan oleh Allah yang maha kuasa. “Membalas segala kebaikkannya dan mengampuni segala kesalahannya,” kata dia.
Kedepan, Siddik berharap agar kejadian seperti ini diperbaiki. Dalam arti, sistem pemilu dirubah lebih baik lagi.
“Kita menjadikan peristiwa ini sebagai muhasabah bagi kita semua bahwa maut bisa datang kapan saja sehingga kita selalu bekerja secara jujur dan ikhlas hingga akhir hidup kita,” dia mengingatkan. (ham)