Telusur.co.id -Jakarta | Rencana Pemindahan Ibukota Indonesia ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah belum saatnya di prioritaskan. Pasalnya, banyak pekerjaan pemerintah yang harus di tuntaskan. Hal itu di katakan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, Rabu (5/7) di gedung parlemen, Senayan, Jakarta.
“Saya kira fokus itu dulu lah. Kalau ada cita – cita pemindahan Ibukota kapan-kapan bolehlah,” ujarnya.
Terlebih Menurut ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), Pada masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu masih banyak janji kampanyenya belum di jalankan secara menyeluruh.
“Saya kira fokus menyelesaikan janji-janji kampanye pak jokowi JK. Infrastruktur. Tol di jawa belum selesai kan, Sumatera belum selesai. Kan targetnya tahun depan selesai. Belum power plan listrik, sarana irigasi, pertanian, dan lain-lain. Dengan pendapatan negara APBN yg terbatas,” jelasnya.
Meski begitu lanjut Pria asal Sumatera ini tak menampik bahwa rencana pemindahan Ibukota merupakan hal yang baik. Sebab dengan pemindahan infrastruktur dan perekonomian Indonesia akan merata.
“Idealnya emang kan ibu kota dimana-mana, kan tidak campur kota bisnis. Saya setuju idenya tapi kalau 2018 ya saya kira sulit,” tuturnya.
Tak hanya itu saja Ia pun menerangkan pemerintah harus mempersiapkan anggaran dana yang besat jika Ibukota memang ingin direalisasikan.
“Sesuai dengan kemampuan negara,” ucapnya.
Akan tetapi ia berharap, pemerintah untuk itu mengutamakan kepentingan rakyat demi terciptanya kesejahtraan, sebagaimana amanat Undang Undang Dasar (UUD) 1945.
“Kalau sekarang ya kan prioritasnya infrastruktur, listrik irigasi, ya kan…untuk menuntaskan pangan yg kita masih impor gula dan lain – lain,” harapnya.