Telusur.co.id -Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita menyambut baik berdirinya Pusat Pelatihan Kambing Domba Yogyakarta, hal tersebut disampaikannya pada saat menghadiri Breeding Camp, sekaligus meresmikan Pusat Pelatihan Peternakan Kambing Domba Yogyakarta.
“Kambing dan domba adalah ternak unggulan Indonesia. Berdasarkan data statistik peternakan tahun 2018, populasi ternak kambing Indonesia sebesar 18.7 juta ekor dengan produksi daging 66.859 ton, sedangkan populasi domba sebesar 17.4 juta ekor dengan produksi daging yang dihasilkan sebesar 48.674 ton,” kata Ketut dalame keterangannya, Senin (8/4/19).
Dijelaskan Ketut, berdasarkan data Survei Pertanian Antar Sensus tahun 2018, komoditi domba dan kambing mengalami kenaikan jika dibandingkan pada 2017. Ternak domba dipelihara oleh 929 ribu RTUP (Rumah Tangga Usaha Peternakan), meningkat sebanyak 284 ribu jika dibandingkan pada tahun 2017, sedangkan ternak kambing dipelihara oleh 3,06 juta RTUP, meningkat sebesar 0.36 juta jika dibandingkan pada 2017.
“Domba dan kambing berkontribusi penting dalam pemenuhan gizi masyarakat dan populasinya tersebar di seluruh Indonesia, selain itu pemenuhan kebutuhan produk daging domba dan kambing dapat dipenuhi dari wilayah sendiri.”
Menurut Ketut, prospek ekspor kambing dan domba masih sangat terbuka lebar. Namun, tantangannya ialah infrastruktur serta struktur pasar domba dan kambing yang belum terlalu berkembang.
“Ke depan ini adalah hal yang akan menjadi perhatian pemerintah,” tambahnya.
Terkait ekspor, kata Ketut, domba hidup berpotensi untuk diekspor ke negara Singapura dan Malaysia. Sedangkan, kambing hidup berpotensi di ekspor ke negara Brunei Darussalam.
“Pada tahun 2018, Indonesia telah berhasil mengekspor domba ekor tipis ke negara Malaysia dan Uni Emirat Arab sebanyak 3.732 ekor. Adapun pada tahun 2019 ini, Malaysia dan Republik Demokrat Timor Leste telah menyampaikan permintaan impor kambing dari Indonesia,” tandasnya. [asp]