Telusur.co.id -Jakarta l Rencana perpindahan ibukota negara Republik Indonesia dari Jakarta pulau Kalteng ataupun Kalbar didukung penuh Anggota DPR RI mewakili Kalimantan Barat dari Fraksi Nasdem H Syarief Abdullah Alkadrie, SH, MH.
Seperti diketahui, wacana pemindahan ibu kota ini sudah terjadi sejak Presiden pertama RI, Soekarno memimpin. Kemudian, wacana itu muncul kembali saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat presiden RI di 2013.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun akhirnya melanjutkan wacana ini dengan meminta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro terlebih dahulu melakukan kajian secara mendalam.
Sebelumnya, Indonesia pernah tiga kali pindah ibukota. Pemindahan ibu kota yang pertama adalah dari Jakarta ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946. Setelah Yogyakarta, ibu kota Indonesia sempat juga dipindah ke Bukittinggi, Sumatera Barat pada tanggal 19 Desember 1948.
Kemudian pemindahan ibu kota yang terakhir adalah ke Bireuen, Aceh. Pemindahan itu juga terjadi pada tahun 1948, namun hanya berlangsung selama seminggu.
“Perpindahan ibukota dapat mengurangi beban Jakarta yang sudah terlalu padat. Kita ketahui Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan pusat bisnis sudah terlampau berat. Beban ini harus dipisah. Jakarta tetap menjadi pusat bisnis, sedangkan ibukota baru sebagai pusat pemerintahan.” papar Abdullah.
Ditegaskan Abdullah, sikapnya mendukung pemerintah untuk memindahkan ibukota negara di luar Pulau Jawa,apakah di Kalteng maupun di Kalbar.
“Sudah sangat penting wacana itu (pemindahkan ibukota negara) diwujudkan. Jakarta iti itu pusat segalanya. Apalagi kemacetan makin parah dan permukaan tanah yang terus menurun karena beban diatasnya serta penggunaan air tanah. Pemindahan ini jelas akan membawa perkembangan dan kemajuan daerah ibukota baru maupun daerah sekitarnya. Selain itu pemerataan pembangunan dan melahirkan pusat perekonomian baru,” urainya.
Mengapa Kalteng atau Kalbar? Abdullah memaparkan selain kawasannya yang masih luas dengan sumberdaya alam yang masih banyak tersedia, juga jauh relatif aman dari bencana alam seperti gunung api, banjir, gempa.
“Kalbar atau Kalteng itu posisi nya ditengah-tengah Indonesia dan masih dekat dengan Jakarta. Akses dari Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Papua juga lebih dekat,” papar junior Sultan Hamid II ini.