Telusur.co.id -Hari pencoblosan Pemilu 2019 8 hari lagi, tetapi Daftar Pemilih Tetap (DPT) diduga masih bermasalah. Bahkan, Badan Pemangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi curiga masih ada 17,5 juta DPT bermasalah yang belum diselesaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Mengenai hal itu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, berharap apabila Prabowo-Sandi menjadi pemenang di Pilpres 2019, segera melakukan evaluasi dan investigasi mendalam proyek e-KTP yang dinilai gagal.
“Karena sudah menjelang pencoblosan. Jika Prabowo-Sandi ‘jadi’. Harus dimulai pada investigasi gagalnya proyek e-KTP,” ucap Fahri di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/5/19).
Menurut Fahri, investigasi soal proyek e-KTP sangat penting untuk melihat semua data-data termasuk DPT berdasar pada e-KTP.
“Semua itu ada di e-KTP dan e-KTP lah menjadi jembatan dari DPT. Ini jembatan digitalnya gak ada sehingga susah dilacak.”
“Data-data kita ini hanya untuk dijual kepada banker-banker, hanya untuk ditawari produk-produk. Dilacak hobi-nya data-datanya,” lanjut Fahri.
Untuk itu, politikus PKS ini berpesan agar para relawan-relawan untuk terus menjaga suara di TPS-TPS. Khusunya di waktu istirahat, agar kecurangan tidak terjadi.
“Saya berharap TPS dijaga dan mengamankannya. Harus dilihat betul dan TPS-TPS itu harus disaksikan betul dan harus dilihat juga pada waktu-waktu istirahat,” ungkapnya lebih lanjut. (ham)