Telusur.co.id -Istri Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur Sinta Nuriyah Wahid, memggelar sahur bersama dengan warga RW 03 Kelurahan Rawamangun, di Jalan Pratekan, Jakarta Timur, Rabu (8/5/19) dini hari.
Kehadirannya Sinta tersebut dalam rangka aktivitas merajut dan menguatkan kebhinekaan Indonesia dan merupakan bagian dari aktivitas rutin dia setiap Ramadhan di seluruh Tanah Air.
Sinta pun berbagi tentang makna dan hakekat puasa pada bulan suci Ramadhan saat berdialog dengan warga di RW yang jumlah warganya paling padat di Kelurahan Rawamangun dengan 13 RT itu.
“Puasa itu adalah kewajiban bagi umat muslim pada bulan Ramadhan, namun puasanya janganlah sekedar menunaikan kewajiban melainkan mengajarkan hakekat akhlak, moral, dan kejujuran serta budi pekerti,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, implementasi dari hakekat puasa itu bagi bangsa Indonesia sangat penting dan pas dengan keadaan bangsa dan negara saat ini yang baru saja melaksanakan Pemilu 2019.
“Mumpung kita berpuasa, kita harus dapat mengendalikan hawa nafsu, sehingga kita bisa mengatasi virus kebencian, kecurigaan, hoaks yang disebar di mana-mana, dan lain sebagainya. Kita ajak semuanya untuk mengatasi semua itu,” ucap dia.
Hal ini sesuai dengan tema yang diusung Sinta bersama Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika dan Yayasan Puan Hayati, yaitu “Dengan Berpuasa Kita Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoaks”.
Untuk diketahui, sahur keliling mulai dijalani Sinta saat suaminya Abdurahman Wahid alias Gus Dur masih menjadi presiden keempat Indonesia pada tahun 2000 silam. Saat itu Sinta mengunjungi sejumlah kawasan di mana kaum marjinal bertempat tinggal. (Fhr)