Telusur.co.id -Bangsa Indonesia saat ini sedang berada dalam krisis ketidak percayaan satu sama lain. Dalam fenomena ini, ada pihak-pihak yang berusaha memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya.
Demikian disampaikan oleh
pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris dalam sebuah Sesi VI Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah d Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD), Senin (13/5/19).
“Bangsa ini sedang ada dalam posisi tidak percaya satu sama lain. Jangan lupa kalau dalam kondisi seperti itu ada yang menikmati apalagi kalau sesama muslim,” ujarnya.
Menurut Syamsuddin, jika krisis kepercayaan ini terus berlarut, maka akan ada yang sangat senang. Sebagai contoh, kata Syamsuddin, ialah pengusaha-pengusaha hitam serta kaum oligarki.
“Apalagi dalam urusan militer, jika aparatur sipil tidak percaya satu sama lain itu sangat senang, pengusaha-pengusaha hitam juga senang, kaum oligharki juga senang kalau kita saling terpecah belah saling curiga satu sama lain,” ungkapnya.
Menurutnya, krisis kepercayaan antar-sesama ini juga salah satu warisan kepemimpinan otoriter.
Jika sudah krisis antar-sesama muslim misalnya akan muncul asumsi. “Muncul asumsi, Islam itu tidak bisa memimpin. Bagaimana ketika setelah militer masuk kedalam politik saling curiga diantara bangsa kita semakin dalam. Mudah-mudahan Muhammadiyah tidak ikut terperangkap dalam suasana demikian,” tandasnya.[Far]