Telusur.co.id -Jakarta | Peristiwa nahas yang dialami DR. Hermansyah, ahli IT dari Institut Teknologi Bandung yang sempat membeberkan kebohongan chat mesum HRS dan FH, membuat rekan-rekanya sesama alumni ITB berekasi keras.
Ikatan Alumni ITB Jakarta Raya, menyampaikan pernyataan sikap atas peristiwa biadab pembacokan yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal kepada Hermansyah, Ahad (9/7) dini hari di ruas jalan tol Jagorawi Km 6 ruas Taman Mini Indonesia Indah.
“Kami Alumni ITB dengan ini menyatakan sikap, mengutuk tindakan biadab dan pengecut yang dilakukan oleh orang/sekelompok orang tidak bertanggung jawab” ujar Abdi Munif, Ketua Ikatan Alumni ITB Jakarta Raya melalui pernyataan tertulisnyayang disebar dengan masif di jejaring dunia maya.
Dalam pernyataannya Ikatan Alumni ITB Jakarta Raya itu juga menuntut Polisi, untuk mengusut kasus ini secara profesional dan transparan dan segera menangkap pelakunya.
Dengan tegas alumni ITB dalam pernyataannya mengatakan tak akan takut dengan segala macam teror untuk menyampaikan kebenaran. “Menyatakan bahwa kami tidak takut dengan aksi-aksi teror seperti ini dan kami tetap akan menyuarakan kebenaran yang kami yakini,” tutur Abdi Munif.
DR. Hermansyah, Ahli IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sempat membuka tabir bahwa chat mesum HRS adalah rekayasa, menderita luka parah dianiaya orang tak dikenal, hingga kini masih mendapat perawatan intensif di RS Hermina Depok.
Kronologi kejadian yang dialami Hermansyah seperti beredar di media sosial, sebelumnya Hermansyah bersama isteri keluar rumah sekitar tengah dan jam 01.10 masih sempat komen di grup WA.
Antara jam 03.00-04.00 di tol Halim, berada di belakang mobil yang ugal-ugalan/zig-zag, ketika posisi mobil sejajar, mobil Herman sempat disenggol. Herman kemudian mengejar mobil bersangkutan dan akhirnya berhenti, namun ada mobil lain datang dari belakang.
Saat Herman turun dari mobil, sekitar 5 orang dari 2 mobil menyerangnya dengan senjata tajam, lalu pergi. Dalam keadaan luka parah, isteri Herman melarikan mobil menuju ke RS Hermina Depok.
Sampai di RS diduga sekitar jam 04.30 pagi, pada jam 05.00-09.00 di observasi di UGD dan kondisi tekanan darah Hermansyah sempat drop. Lalu jam 10.30 dibawa ke ruangan operasi untuk tindakan operasi.
Dikabarkan luka yang dialami Hermansyah cukup kritis, terutama pada leher sisi kiri, siku kiri dan luka di atas kuping kiri, serta pergelangan tangan kiri ada kemungkinan retak.
“Mohon doanya, Alhamdulillah operasi baru selesai, banyak luka robek, terutama bagian tangan kiri dan leher,” ujar Ratna Juwita, seorang rekan Hermansyah yang pernah sama-sama aktif di Duta Yusril sebagai tim IT, kepada telusur menyampaikan kondisi terkini korban dari RS Hermina Depok, sore tadi.