Telusur.co.id - Mantan juru bicara Presiden ke empat, Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi menilai, ucapan Gusdur soal Prabowo Subianto merupakan pemimpin iklas memiliki arti yang dalam.
Pasalnya, menurut dia, mantan danjen Kopassus yang dikenal keras, rela menjadi tumbal agar konflik pada tahun 1998 terselesaikan. Bahkan kata Adhie, Prabowo tak pernah membalas setiap hinaan atau cercaan yang dilontarkan kepada dirinya.
“Menjadi tumbal bahwa Orde Baru (Orba) itu adalah dia, sehingga konflik bisa redam dan Prabowo terima menjadi tumbal itu,” ucap dia di kawasan Tebet, Jakarta, Senin (15/4/19).
Tak sampai disitu Adhie juga menceritakan saat Prabowo menemui Gusdur, dirinya tak menyangka bahwa Ketua Umum Partai Gerindra itu mengikuti semua nasehat yang diberikan Gusdur.
Sehingga, dirinya yakin jika Prabowo memimpin bangsa bisa mengutamakan kepentingan rakyat dibanding dirinya.
“Gusdur menyarankan untuk tidak berpolitik dulu akan tetapi berbisnis di luar untuk menghilangkan stigma Prabowo mengikuti saran dan masukan itu,” ucap Adhie mengikuti ucapan Alm Gusdur.[far]