Melihat kondisi persaingan yang semakin terbuka dan kompetitif, ditambah krisis moral dan etika kebanyakan para penyelenggara negara maka harus disiapkan generasi muda dan dalam diri pembelajar Indonesia kedepan adalah KAS (Knowledge, Attitude dan Skill).
Demikian dikatakan dosen fakultas hukum, Azmi Syahputra dalam acara students day di Tugu Proklamasi, Cikini, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (27/7).
“Setiap orang itu dalam hidupnya harus punya KAS. Orang yang tidak punya KAS akan lemah dimasa tuanya. Lemah dimasa tua akibat tidak tegas di masa mudanya dalam mengisi nutrisi KAS nya,” demikian ujar Azmi lebih lanjut.
Nutrisi formulasi KAS ini, dikatakan dia, jadi kekuatan sekaligus sumber penggerak perubahan prilaku manusia Indonesia. Konsep ini yang harus didorong dalam kurikulum sekolah dan lembaga pendidikan apapun maupun diperluas jadi racikan pola asuh dalam tiap keluarga Indonesia.
Jadi, generasi muda dan pembelajar tersebut tidak hanya diberi ilmu pengetahun (sekolah semata), namun harus dipertajam dengan etika, moral yang baik serta dibingkai dengan keterampilan.
“Ini formulasi sekaligus jadi modal yang kuat yang harus dilakukan, jika formulasi KAS ini dilaksanakan diharapkan bangsa Indonesia akan kuat dan bersih serta sehat. Generasi muda Indonesia yang diisi dengan formulasi KAS ini akan jadi benteng kuat bagi bangsa Indonesia dan menjaga kedaulatan sekaligus kehormatan bangsa Indonesia,” tandasnya. (ham)