Telusur.co.id -Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menyayangkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru melakukan invetigasi usai ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia.
Menurut Saleh, seharusnya Kemenkes turut memantau petugas KPPS sejak awal pemilu berlangsung.
“Kemenkes semestinya dari awal ikut mengawal penyelenggaraan pemilu kita. Jangan sampai sudah banyak korban seperti ini baru turun untuk investigasi. Itupun, hasil investigasinya tidak dapat menyelesaikan masalah,” kata Saleh kepada telusur.co.id, Minggu (12/5/19).
Kendati demikian, Saleh mengapresiasi langkah investigasi yang dilakukan oleh kemenkes tersebut. Sayangnya, ujar Saleh, investigasi yang dilakukan oleh kemenkes tersebut belum bisa menetralisir polemik yang terjadi.
Bahkan, polemik penyebab gugurnya ratusan petugas KPPS ini semakin meluas seiring dengan semakin bertambahnya korban.
“Masih banyak perdebatan di antara berbagai pihak terkait penyebab meninggalnya para petugas KPPS tersebut. Itu artinya, investigasi dari kemenkes belum bisa dijadikan sebagai rujukan bagi semua pihak,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kemenkes yang berkoordinasi dengan dinas dan tenaga kesehatan di daerah, melakukan investigasi penyebab meninggalnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di 15 provinsi.
Sekjen Kemenkes Oscar Primadi mengatakan, berdasarkan laporan dinas kesehatan dari 15 provinsi tersebut, jika diakumulasikan, ditemukan kematian disebabkan oleh 13 jenis penyakit dan 1 kecelakaan.
13 penyakit tersebut adalah infarct myocard, gagal jantung, koma hepatikum, stroke, respiratory failure, hipertensi emergency, meningitis, sepsis, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multi organ. Kebanyakan usia korban meninggal di kisaran 50-59 tahun.[Ham]