Jakarta | Wakil ketua Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Risa Marika membantah pertemuan pansus Angket dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai bentuk dukungan.
“Bukan mencari dukungan, kalau kita perlukan datanya, mereka punya mereka bersedia sepanjang untuk kepentingan pansus jadi kita gak melebar kemana mana fokus di situ aja,” ujarnya di gedung BPK RI, Jakarta, Selasa (4/7).
Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), kedatangan pansus untuk meminta data yang di butuhkan dalam melakukan penyelidikan.
“Ini kaitannya dengan pengelolaan keuangan, kita menyamakan bahwa kita butuh ini. Yang kita butuhkan di pansus angket ini,” ujarnya.
Sampai saat ini lanjut Risa Pansus angket sudah mendapatkan beberapa poin yang di butuhkan. Akan tetapi dirinya enggan memberitahu apa yang telah di dapatkan.
Namun dirinya akan membuka pada saat BPK hadir dalam rapat dengan pansus angket yang akan di agendakan pada pekan depan.
“Pasti, tadi kan kita masih belum banyak substansi. Ada baru sebatas itu aja, mungkin nanti berkembang ketika kita sudah panggil BPK ke DPR,” paparnya.
Seperti yang di ketahui Pansus Angket KPK DPR RI menyambangi kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI siang ini, Kedatangan Pansus untuk meminta laporan hasil audit yang dilakukan lembaga auditor negara tersebut terhadap keuangan komisi pemberantasan korupsi (KPK).
Pimpinan dan anggota Pansus angket yang hadir langsung diterima Ketua BPK RI Moemahadi Soerja Djanegara.
Dalam kunjungan tersebut terlihat Ketua Pansus angket KPK Agun Gunandjar, Wakil Ketua Dossy Iskandar, wamil ketua Risa Mariska, Anggota Pansus Eddy Kusuma Wijaya, Masinton Pasaribu, dan Misbakhun, Arteria Dahlan.(red-3)