Telusur.co.id -Pertemuan bekas calon presiden nomor pemilihan 02, Prabowo Subianto dengan presiden terpilih di Pilpres 2019, Joko Widodo membuat kecewa Persaudaraan Alumni (PA) 212.
Apalagi, dalam pertemuan itu prabowo seolah tidak akan menjadi oposisi dengan sepakat mengakhiri istilah ‘cebong’ dan ‘kampret’.
Atas itu, PA 212 menegaskan sudah tak lagi bersama Prabowo dan akan terus meneruskan perjuangan mereka.
“Secara pribadi, istilah ‘sepakat akhiri cebong dan kampret’ itu istilah buat Prabowo sendiri, kami bukan bagian dari apa yang Prabowo atau Jokowi sebut. Karena buat kami, perjalanan perjuangan ini harus berlanjut,” kata Juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin.
PA 212 sudah kembali kepada khitoh semula, yaitu tidak lagi bersama partai mana pun, dan juga Prabowo, ataupun Badan Pemenangan Nasional (BPN).
Ditegaskan Novel, PA 212 masih akan terus berjuang untuk melawan kecurangan. Dia juga mengungkit kematian petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
“Kami tidak bisa toleransi terhadap kecurangan, bahkan sampai korban nyawa, baik tragedi berdarah 21-22 Mei 2019, atau petugas KPPS kurang-lebih 500-an yang wafat tidak wajar.”
PA 212, lanjutnya, akan tetap berada di barisan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Al Habib Muhammad Rizieq Bin Husein Shihab. Dia menyebut akan tetap menunggu arahan dari Habib Rizieq dan ulama.
Nasib Habib Rizieq
FPI akan menempuh jalur tersendiri untuk memulangkan Habib Rizieq ke Indonesia. Demikian juga dengan pengurusan masa cekal Habib Rizieq.
Hal itu sebagaimana disampaikan Juru Bicara FPI, Slamet Ma’arif, setelah adanya pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Jakarta Selatan, kemarin.
“Kami FPI, GNPF, dan PA 212 akan terus berupaya dengan cara kami sendiri agar pencekalan HRS bisa dicabut dan HRS bisa pulang ke tanah air,” kata dia.
Saat ini, Habib Rizieq masih berada di Arab Saudi. Berdasarkan keterangan kuasa hukumnya, Habib Rizieq terhambat untuk pulang ke Indonesia. Ia disebut harus membayar denda Rp 110 juta karena overstay atau telah melewati batas tinggalnya di Arab.
Seperti diketahui, kemarin Prabowo-Jokowi bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Mereka juga sempat memberikan keterangan pers terkait pertemuan itu.
Dalam jumpa pers, Prabowo yang notabenenya adalah capres pilihan habaib dan ulama itu tidak menyatakan dirinya sebagai oposisi.
Prabowo dan Jokowi justru sepakat mengakhiri istilah ‘cebong’ dan ‘kampret’ (sebutan untuk masing-masing pendukung kedunya). Mereka sepakat mengedepankan persatuan untuk Indonesia.
“Sudahlah, tak ada ‘cebong-cebong’, ‘kampret-kampret’, semuanya Merah Putih,” kata Prabowo saat konferensi pers di Stasiun MRT, Senayan, Jakarta Pusat. [ipk]