TNI, Polri dan Pemprov Sepakat Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di Jakarta

by Nugroho |
TNI, Polri dan Pemprov Sepakat Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di Jakarta
Rapat koordinasi antara Polri, TNI dan Pemprov DKI Jakarta, Selasa (15/12) (foto: Humas PMJ)

telusur.co.id - Polda Metro, Pangdam Jaya dan Forkompinda berkoordinasi mengenai kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2021. Dalam pengamanan gabungan Nataru tahun ini, sebanyak 8.179 dikerahkan.

"Kekuatan yang kita siapkan 8.179 personel gabungan dari Polri, TNI dan Pemprov DKI. Ada dua event kebijakan pemerintah sudah disampaikan pada masa libur Natal dan Tahun Baru," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (15/12).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk libur Natal dan tahun baru kali ini tidak ada perayaan di lokasi wisata. Polisi, TNI, dan Pemprov tidak mengeluarkan izin keramaian saat pergantian tahun.

"Tidak ada kegiatan dari beberapa tempat wisata seperti Ancol dan Taman Mini, untuk kegiatan malam pergantian tahun. Contoh Ancol dan Taman Mini sore sudah tutup, jadi segala bentuk yang sifatnya membuat kerumunan tidak diperbolehkan," paparnya.

Pada malam tahun baru, kata Yusri, akan ada patroli gabungan dari Dishub DKI dan Ditlantas Polda Metro. Petugas akan memindak jika ada pelanggaran protokol kesehatan.

"Polri, TNI dan Pemprov akan menindak yang sifatnya berkerumun. Seperti (berkumpulg di cafe itu tidak akan diberikan perizinan oleh pihak kepolisian," katanya.

Sementara itu, lanjut Yusri, untuk rangkaian ibadah Natal juga telah disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. Sebagian besar jemaat diharapkan dapat mengikuti rangkaian ibadah Natal melalui daring.

"Kesiapan pengamanan 1.600 lebih gereja di Jakarta, ada 316 gereja dianggap rawan karena berdampingan dengan mesjid. Sehingga perlu ada perhatian khusus pengamanan dari Polri, TNI dan Pemda dari Satpol PP DKI," paparnya. [Fhr]
 

Komentar

Artikel Terkait