Telusur.co.id - Penerapan genap ganjil bagi mobil di jalanan Jakarta menjelang Asian Games adalah berkah di tengah masalah, bagi warga ibu kota.
Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane, dalam keterangan kepada telusur.co.id, Kamis (19/7/18).
Terbukti, kata Neta, selama uji coba ganjil genap, tingkat kemacetan lalulintas Kota Jakarta berkurang hingga 50 persen.
Berdasarkan pengamatan IPW sejak dimulainya uji coba, arus lalulintas Kota Jakarta relatif lancar. Simpul-simpul kepadatan dan kemacetan berkurang drastis, masyarakat merasa nyaman saat berkendaraan di jalanan. Dan Polisi Lalulintas semakin mudah mengendalikan dan merekayasa lalulintas Jakarta.
IPW menilai, penerapan ganjil genap adalah salah satu solusi dalam mengatasi kemacetan lalulintas Jakarta.
“Untuk itu Polda Metro Jaya dan Pemprov Jakarta perlu mencermati dan mengevaluasi secara menyeluruh tahapan penerapan tersebut. Mulai dari tahap uji coba, sosialisasi, teguran dan mengeluarkan pelanggar dari jalur, dan tahap pemberlakuan ganjil genap dalam rangka Asian Games,” kata Neta.
Dalam proses itu, banyak hal yang patut dicermati Polda Metro Jaya, misalnya pemasangan rambu rambu yang belum ada di pintu pintu masuk Jakarta, baik dari arah Bekasi, Bogor, Depok maupun Tangerang yang memberitahukan bahwa Jakarta sudah memberlakukan Sistem ganjil gaenap.
“Selain itu, jajaran Polisi Lalulintas harus berani bersikap tegas, konsisten dan tidak diskriminatif dalam menindak pelanggar, terutama terhadap aparatur TNI-Polri pengguna nomor kendaraan khusus yang melanggar dan mobil-mobil mewah sipil yang menggunakan nopol dinas TNI-Polri,” kata dia.
“Jajaran polisi lalulintas jangan mentolerir kendaraan yang melanggar aturan.”
Dirinya juga meminta masyarakat menghormati sistem ganjil genap, dan jangan egois, dengan berbagai alasan menerobos sistem ganjil genap. Dia mengingatkan jika kendaraan yang bebas melintas hanya plat nomor merah, mobil dinas TNI-Polri, ambulance dan pemadam kebakaran.
“Sikap tegas Polisi Lalulintas ini menjadi kunci suksesnya penerapan ganjil genap di ibu kota,” kata dia.
Melihat besarnya manfaat Gega dalam mengurangi kemacetan lalulintas di ibu kota l, sudah saatnya diterapkan di semua jalanan Jakarta. Selain mobil, penerapan sistem itu perlu diberlakukan bagi sepeda motor. Dengan demikian lalulintas Jakarta akan lebih tertib.
“Sebab saat tanggal ganjil semua kendaraan bermotor dengan nopol genap akan ‘beristirahat’. Sebaliknya, jika tanggal genap, nopol ganjil yang ‘beristirahat’. Namun Pemprov Jakarta perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas angkutan umum, sehingga masyarakat Jakarta tetap bisa beraktivitas,” kata dia. [ipk]