Usai melaksanakan Ibadah Shalat Jumat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menemui sahabat kakeknya Ramlan Mardjoened di Masjid As Salam di Joglo, Jakarta Barat, pada Jumat (25/5/18). Kepada awak media, Gubernur DKI itu mengaku tidak mengetahui jika sahabat dekatnya Kakeknya berada dalam satu masjid.
“Pak, ada sahabat Kakeknya Pak Anies menunggu di dalam, Saya tanya pada pengurus itu, Siapa namanya? dan dijawab, “Pak Ramlan Mardjoened, beliau salah satu pendiri Masjid ini,” begitu kata pengurus Masjid As Salam.
Dijelaskan Anies, sosok Ramlan tidak asing, sebab sejak kecil ia sudah mengenal dan dekat dengan aktifis dewan dakwah Islamiyah Indonesia.
“Begitu masuk Masjid, terlihat di bagian belakang sosok yang saya kenal sejak masa kecil dahulu, seorang aktivis, dai senior. Beliau nampak ceria dan cerah walau sudah terduduk di kursi. Saya menghampiri, kita berpelukan. Sudah lama sekali tidak berjumpa,” terang dia.
Anies juga menceritakan, saat Kakek wafat dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Ramlan adalah orang yang sibuk mengatur semua urusan. “Beliau dan istri sering bersama dengan Kakek-Nenek pada masa itu. Dua pasangan itu berbeda usia cukup jauh, tapi bersahabat dekat. Dan setiap lebaran, Pak Ramlan sekeluarga pasti ada di rumah Kakek-Nenek,” cerita dia.
“Itu adalah masa-masa saya masih duduk di bangku SMA dan kuliah. Lama kami tidak berjumpa hingga terjadi momen tak terduga itu. Siang ini baru saya dengar, bahwa menjelang akhir hayatnya, kakek dua kali mengunjungi beliau dan sama-sama sholat di masjid ini,” kataa Anies.
Saat ini lanjut Anies, Ramlan sulit untuk berdiri. sehingga akan pulang, Ramlan memegang pundak dan berkata, “Anies, Tabassumuka Fii Wajhi Akhiika Shodaqoh. Senyummu di hadapan saudaramu adalah shadaqah.
“Kakekmu dahulu sering mengatakan hadits itu pada saya. Sekarang saya teruskan ke Anies,” terang dia.
Lebih jauh anies mengaku bahwa sahabat kakeknya memberikan amanat yang harus dijakankan, nasihat itu antara lain meminta dirinya selalu terus senyum, apapun yang dikatakan orang.
“Saya menjawab, Insya Allah, Pak,” jawab saya sambil beri senyum hormat pada beliau.[far]