telusur.co.id - Masyarakat di dua desa, yakni Pantai Bahagia dan Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, dihantui rasa ketakutan. Pasalnya, kondisi tanggul sungai Citarum yang bertitik di RW 06 Kadus III, Kampung Gobah, Desa Pantai Bahagia kritis dan berpotensi jebol.
Sekretaris Desa Pantai Bahagia, Ahmad Qurtubi mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kondisi tanggul itu kepada pihak Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi dengan harapan agar dicarikan solusi lantaran sudah sangat mengkhawatirkan.
“Kami sudah laporkan kritisnya tanggul ini dan saat ini kami sedang menunggu tindak lanjutnya,” katanya, kemarin.
Ditambahkan, yang membuat masyarakat ketakutan dari tanggul yang saat ini retak itu diketahui belum tersentuh pemasangan site pile atau paku bumi yang harusnya di pasang sebagai penahan air saat musim banjir dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Bandung, sehingga dengan tidak bertulangnya tanggul itu, dikhawatirkan sangat mudah sekali jebol saat volume air tinggi.
“Tanggul yang retak belum dilakukan pemasangan site pile, makanya sangat rentan sekali jebol,” ungkapnya.
Menurut dia, masyarakat meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bisa memberikan solusi sementara yaitu membuat penahan tanggul dengan bambu dan karung.
Sedangkan untuk solusi jangka panjangnya, lanjut dia, bisa segera dilakukan pemasangan site pel dari BBWSC agar tidak menghantui masyarakat setiap musim banjir tiba, setiap tahunnya.
“Warga sangat khawatir bisa terputusnya akses jalan, karena sudah masuk musim hujan. Karena air hujan terus bisa meningkatkan volume air sungai Citarum,” ujarnya.
Masih kata dia, banjir dari jebolnya tanggul Sungai Citarum di wilayahnya di tahun sebelumnya, sudah menghancurkan 14 rumah milik warga. Yang membuat masyarakat khawatir, sambung dia, saat ini debit airnya lebih besar dari tahun sebelumnya, sehingga dikhawatirkan hal terburuk dengan jebolnya tanggul itu bisa menenggelamkan dua desa tersebut.
“Sampai saat ini belum ada yang mengungsi. Warga masih bertahan di rumahnya masing-masing,” pungkasnya. [ham]