telusur.co.id - Acara Oceanic Folk Festival Jakarta, yang digelar di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Sabtu (21/9/2019) malam mendapatkan kritikan dari masyarakat. Pasalnya, di dalam rangkaian acara menampilkan bikini, keseksian dan lekuk tubuh wanita.
Dari foto dan video yang beredar di WhatSapp grup, acara yang digelar di Jembatan Cinta itu menampilkan enam perempuan dengan busana seksi. Keenam perempuan itu meliuk-liukan pinggulnya.
Melihat aksi itu, Koordinator Forum Masyarakat Kepulauan Seribu, Rahmat Kardi berang. Ia mengatakan penampilan dan tarian seronok telah mencoreng nilai-nilai etika, budaya dan kearifan lokal setempat.
“Kami menyayangkan kegiatan Dinas Pariwisata dan budaya DKI Jakarta, khususnya Sudin Kepulauan Seribu yang tidak sejalan dengan nilai-nilai etika, norma dan budaya kesopanan yang berlaku di masyarakat Kepulauan Seribu,” tegas Rahmat dalam keterangan tertulisnya, Minggu.
Dia beralasan, tampilan seksi itu banyak ditonton oleh anak-anak kecil dan remaja, sehingga dikhawatirkan akan menjadi contoh tidak baik baik generasi muda masyarakat Kepulauan Seribu.
“Berterima kasih kepada masyarakat Kepulauan Seribu khususnya pulau Tidung atas reaksi cepat dan tanggap.”
Selanjutnya, Rahmat menyarankan kepada Gubernur DKI Jakarta mendisiplinkan dan mengevaluasi pejabat dan SKPD terkait. Agar Bupati, Dinas budaya dan pariwisata DKI Jakarta dan Sudin Parbud Kepulauan Seribu dan SKPD lainnya mengevaluasi program-program pariwisata dan budaya agar lebih sesuai etika, norma dan budaya bangsa serta melibatkan kearifan lokal yang ada di masyarakat.
“Pada dasarnya kami mendukung seluruh kegiatan pemerintah DKI Jakarta yang bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Kepulauan Seribu,” tandasnya. [Ham]