telusur.co.id - Hasil survei Indo Barometer menyebutkan, kinerja Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin dinilai lebih rendah dibandingkan para menteri di kabinet Indonesia Maju menurut
Hasil survei itu menunjukkan, sebanyak 54,4 persen responden merasa puas terhadap kinerja para menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf Amin.
Sementara, sebanyak 28,1 persen responden mengaku tidak puas. Sedangkan, 49,6 persen responden menjawab puas terhadap kinerja Wapres Ma'ruf Amin.
Responden yang mengaku tidak puas dengan kinerja Ma'ruf ada 37,5 persen. Survei ini dilakukan Indo Barometer menjelang 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mengaku tak heran atas hasil survei itu. Karena, Wapres Ma'ruf Amin kesulitan mengambil peran dalam mengelola pemerintahan.
"Posisi Wapres Ma'ruf Amin dalam pentas politik nasional lebih ditempatkan sebagai simbol representasi politisi santri, bukan wakil kepala pemerintahan pembantu Jokowi," kata Ubed, sapaan akrabnya, kepada wartawan, Rabu (19/2/20).
"Pembagian tugas antara Presiden dan wakil presiden juga kurang ditegaskan oleh Jokowi sejak awal. Akibatnya Ma'ruf Amin hanya bekerja sesuai tafsir dirinya tentang wakil Presiden yang tertuang dalam undang-undang kepresidenan," sambungnya.
Menurut Ubed, kinerja Ma'ruf Amin secara politik kekuasaan kurang terlihat dihadapan masyarakat. Karena itu, tak heran bila salah satu survei menyebutkan 100 hari kerja Wapres, hasilnya kurang mengembirakan.
"Jadi tidak aneh kalau hasil survei menyebut ketidakpuasan publik terhadap Ma'ruf Amin cukup tinggi," tandasnya. [Asp]
Laporan: Tio Pirnando