telusur.co.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, akan memperbanyak bioskop rakyat (indiskop) di Jakarta.
Anies berharap, adanya Bioskop rakyat dapat menghadirkan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat Jakarta, khususnya pra sejahtera, karena dapat menonton film di bioskop dengan harga terjangkau.
Untuk itu, ia sangat berharap bioskop rakyat ini bisa terus berkembang di daerah yang tantangan sosial ekonominya tinggi, seperti pasar.
“kita sebut, di tempat-tempat di mana tantangan sosial ekonominya tinggi, di situ kita mulai. Kalau itu bergerak, nanti kita dukung sama-sama, kita cari caranya, supaya lebih banyak mempromosikan tempat ini, termasuk ke sekolah-sekolah. Jadi, bila di Jakarta bisa dikerjakan Insya Allah bisa jadi contoh di tempat lain. Sekaligus kesempatan ini, Pasar Jaya, kita mulai setiap pasar, kita dorong untuk bangun Indiskop ini,” ujar Anies, Jakarta, Selasa (8/10/19).
Mengapa demikian, sebab, menurut Anies, adanya Indiskop ini bisa menjadi salah satu ruang ketiga untuk berinteraksi dan mendapatkan hiburan yang membangun rasa kebersamaan. Sehingga, sosialisasi bioskop rakyat perlu diramaikan.
“Ini sebuah babak baru untuk membangun kesetaraan. Ini penting sekali, supaya warga Jakarta bisa memiliki ruang interaksi. Dan begitu ada ruang interaksi, maka yang kita bicarakan sebagai perasaan kebersamaan dan kedekatan itu akan muncul lewat tempat-tempat seperti ini,” jelas Anies.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Perumda Pasar Jaya berkolaborasi dengan PT. Kreasi Anak Bangsa (Keana Films-Production) dan Badan Ekonomi Kreatif Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) telah membuka Bioskop Rakyat.
Bioskop rakyat pertama ini, berada di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara. Bukan hanya ada gedung untuk nonton film, di sekitar gedung bioskop itu juga disediakan tempat untuk berjualan bagi para UKM.
Hal itu dilakukan, karena hadirnya Indiskop ini, bisa juga menjadi nilai tambah ekonomi untuk sektor ekonomi kreatif dan UKM sebagai dampak dari banyaknya bioskop dan jumlah produksi film.
Untuk bioskop itu sendiri, Indiskop ini, memiliki 2 studio dengan 110 kursi penonton untuk masing-masing studio.
Adapun harga tiket yang dijual kepada masyarakat di bioskop ini tergolong terjangkau. Sebab, Di hari Senin sampai dengan Jumat, tiket dijual seharga Rp.18.000,-. Sedangkan, untuk di hari Sabtu dan Minggu tiket dijual dengan harga Rp.25.000,-.
Selama masa sosialisasi kepada masyarakat, film diputar sejak pukul 13.00 WIB setiap harinya. Tingkat okupasinya di hari biasa memang masih cukup minim, tapi untuk di akhir pekan okupasi masyarakat untuk menonton terlihat cukup tinggi. [Fhr]