telusur.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem akibat peralihan musim akan terjadi hingga Oktober 2020. Curah hujan akan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Atas prediksi itu, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, mengingatkan Pemprov untuk segera mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi banjir. Karena, selama ini, Gubernur Anies Baswedan bekerja menanggulangi banjir saat banjir sudah terjadi.
"Jangan pas banjir baru kerja. Penanganan banjir ini perlu diantisipasi jauh-jauh hari," ujar Prasetyo kepada wartawan, Senin (28/9/2020).
Politikus PDIP ini menganggap, Pemprov DKI lamban dan tidak serius dalam mengantisipasi banjir.
Ia menegaskan, ansitipasi banjir bukan lagi memikirkan kebijakan populer atau tidak, tapi lebih pada kepentingan nasib hidup warga DKI Jakarta.
Sejak beberapa tahun lalu, itigasi banjir bukan lagi menjadi program prioritas di Jakarta. Hal ini terlihat dari pemangkasan pagu penanganan banjir di beberapa tahun terakhir. Bahkan di tahun ini, Dinas Sumber Daya Air (SDA) sempat tidak memiliki anggaran untuk penanganan banjir.
“Saya sudah katakan berkali-kali masalah Jakarta itu dari dulu dua, macet dan banjir, Karena itu saya menyetujui dibentuknya Pansus banjir. Perlu keseriusan untuk masalah banjir ini," papar dia.
Bagi Prasetyo, ketidakseriusan Pemprov dalam penanganan banjir, tampak pada lemahnya pengawasan pada program revitalisasi trotoar. Revitalisasi trotoar di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro justru mengakibatkan penyumbatan tali air sehingga membanjiri perumahan warga sekitar.
"Di awal tahun lalu Jakarta kembali dikepung banjir. Termasuk di kawasan Menteng Jalan Diponegoro. Penyebabnya karena pelebaran trotoar yang justru tidak memperhatikan saluran yang ada di bawahnya. Kalau sudah seperti ini bagaimana pengawasannya," ungkapnya.
Selain pengawasan, Pemprov DKI juga diminta mengoptimalkan alokasi dana pinjaman sebesar Rp12,5 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur. Pinjaman tersebut dialokasikan untuk tahun 2020 dan 2021 dengan beberapa program prioritas.
Selain banjir, anggaran tersebut juga akan digunakan untuk sejumlah program yakni kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
"Dengan ketersediaan anggaran, sudah saatnya Pak Gubernur memperbaiki manajemen, standar prosesdur untuk penanganganan banjir," tandasnya.[Fhr]