telusur.co.id - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 sudah mulai bergulir ,sejumlah kandidat mulai beraksi untuk mrningkatkan popularitasnya .Tak terkecuali di depok. Di kota yang di sebut –sebut sebagai peyangga jakarta ini, tokoh gerakan mahasiswa di era Reformasi 1998, Rama Pratama, mencalonkan diri sebagai sebagai wali kota Depok .
“saya sudah tinggak di depok sehjak 1987. Alhamdulillah ,saya bisa kuliah di UI ,Depok dan sampai sekarang tinggal di Depok “ papar Rama
“Segarkan Depok 2020"
Rama mengurai slogan 2020 segarkan depok menjadi tiga program utama, yaitu segarkan lingkungannya, segarkan masyarakatnya , dan segarkan pelayanan publiknya.
Penyegaran lingkungan di Depok, Kata Rama, sangat dibutuhkan, karena Depok kini dilanda kemacetan, masalah sampah, dan ketersedian air tanah yang makin berat.
Untuk menyegarkan masyarakat, Rama menawarkan solusi yang juga bisa menjadi solusi masalah banjir dan ketersediaan air, yaitu revitalisasi setu. Depok tercatat pernah memiliki 28 setu, namun kini hanya tersisa 22 setu karena sebagian besarnya telah beralih fungsi menjadi kawasan perumahan.
Rama menyatakan dia akan berinisiatif mengawal dialog dengan banyak pihak untuk kemajuan kota Depok .Menurutnya, selama ini masalah perbedaan kewenangan sering dijadikan alasan suatu masalah tidak bisa di selesaikan . Pdahal, kata Rama , harus ada yang memulai dan tidak boleh ada pihak yang mengedepankan egonya masing – masing.
Untuk menyegarkan pelayanan publik, Rama mengusulkan pemanfaatan tehnologi informasi sebagai ujung tombak .Inti dari pelayanan publik adalah kejelasan proses dan waktu dan itu sebenarnya bisa diperbaiki dengan tehnologi.
Secara bergurau Rama menjelaskan, nantinya Depok akan ada di genggaman. Artinya, semua layanan publik bisa di akses dari telepon genggam.
“ini baru ide –ide pokoknya , penjabarannya nanti kita paparkan pada waktunya. Misalnya tentang bagiamana memacu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan potensi ekonomi kreatif di Depok , lalu bagaimana mewujudkan kota yang inklusif untuk semua warganya tanpa . Tunggu saja tanggal mainnya, “ ujarnya bergurau sambil menutup acara tersebut. [Asp]
Laporan : Asep Subekti