'Potret Betawi dalam Tulisan', Upaya Kembalikan Citra Positif Orang Betawi

'Potret Betawi dalam Tulisan', Upaya Kembalikan Citra Positif Orang Betawi
Diskusi “Potret Betawi dalam Tulisan” di Taman Ismail Marjuki (TIM), Minggu (23/2/20). (Foto: telusur.co.id/Fahri).

telusur.co.id - Dalam sebuah diskusi soal media yang dihelat oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah DKI Jakarta pada 29 Juli 2018 di Pasar Seni Ancol, ternyata citra orang Betawi masih sangat negatif. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab. Salah satunya, seperti dikatakan Mahbub Djunaidi, orang Betawi sudah tersingkir akibat pembangunan.

"Orang Betawi seringkali dipersepsikan secara salah. Karena itu, upaya melihat kembali potret orang Betawi dalam tulisan menjadi penting untuk memahami dan memaknai suara jernih dari "sisi orang dalam Betawi'," kata Ketua Perkumpulan Betawi Kita, Roni Adi, di sela-sela diskusi 'Potret Betawi dalam Tulisan' di Taman Ismail Marjuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (23/2/20).

Menurutnya, hal ini diperlukan untuk memperkuat karakter sebagai orang Betawi maupun sebagai bagian dari bangsa besar Indonesia yang kian hari terasa mengalami krisis nilai-nilai.

"Untuk itulah, perlu upaya untuk merumuskan kembali citra positif orang Betawi. Mencari kembali potret Betawi dalam tulisan, lantas memaknainya untuk memperkuat karakter sebagai orang Betawi sebagai bagian dari orang Indonesia. Yang teristimewa, sebab di Jakarta-lah, Indonesia lahi, demikian menurut Sukarno," terang Roni.

Oleh karena itu, Perkumpulan Betawi Kita menggelar diskusi publik Kongkow Betawi Kita ke-37 yang bertemakan ‘Potret Betawi dalam tulisan'. Diskusi ini menghadirkan pembicara Ketua Bidang Penelitian & Pengembangan Lembaga Kebudayaan Betawi Andi Saputra dan Mantan Wartawan Tempo, Idrus Fahmi Shahab. Dengan moderator Fadjriah Nurdiarsih yang meruoakan penulis, editor Liputan6.com dan pendiri Betawi Kita.

Tentang Betawi Kita

Betawi Kita adalah wadah tukar pikiran yang terbuka dan ingin mengembangkan budaya maen pikiran atau wacana intelektual kaum Betawi. Eksplorasi kebetawian dalam Betawi Kita ditempatkan dalam konteks kejakartaan dan keindonesiaan, sebagai bagian upaya memperjuangkan kemanusiaan dalam arti luas. Betawi Kita berbentuk perkumpulan sudah berbadan hukum tetap sejak 2017.

Hingga saat ini Betawi Kita sudah mengadakan kongko atau diskusi tukar pikiran sebanyak 36 kali, membuat Festival Reka Ulang Peristiwa Rapat Raksasa Ikada pada September 2018, Pameran 125 Tahun MH Thamrin pada Februari 2019, dan Pekan Sastra Betawi pada Agustus 2019. [Tp]

Komentar

Artikel Terkait