Petugas gabungan dari Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian dan Tagana menghentikan sementara pencarian sopir mobil pick up, Maman yang tenggelam di Sungai Kalimalang Jalan KH Noer Alie, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu dini hari(26/5/18).
Pencarian yang dilakukan sejak petugas menerima informasi terceburnya mobil dan Maman, itu sekitar pukul 00.15 WIB, hingga sore hari belum membuahkan hasil.
Menurut Pusdalops BPBD Bekasi, Aditya DP, Pencarian terkendala arus di dasar Kalimalang yang cukup deras.
Namun, operasi pencarian Maman akan dilanjutkan dengan penyisiran di bibir Kalimalang.
“Malam akan dilanjutkan beberapa orang sisir darat, terus beberapa orang berjaga di pos dekat TKP, dan fokus kita saat ini di pintu air PDAM,” kata Aditya.
Sebelumnya, Maman dan mobil pick up yang dikendarainya tercebur di Sungai Kalimalang. Mobil pick up itu, berhasil dievakuasi pada pukul 09.47 WIB dari dasar Kalimalang.
Sementara personel gabungan masih disebar di sepanjang aliran Kalimalang untuk mencari sopir yang hilang diduga akibat terbawa arus sungai.
Menurut Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bekasi, Robby Hermawan, insiden itu berawal saat Maman bersama seorang keneknya melintas di Jembatan 1 Pekayon dekat Apartemen Kamala Lagoon Bekasi Selatan.
Korban saat itu mengambil puing eks bangunan menggunakan mobilnya, untuk menguruk lahan. Namun saat hendak pulang melalui tanjakan Jembatan 1 Pekayon, di tengah tanjakan mesin mobilnya tiba-tiba mati dan langsung mundur ke arah Kalimalang. [ipk]