telusur.co.id - Pemprov DKI Jakarta memastikan stok pangan untuk masyarakat DKI Jakarta aman hingga akhir tahun.
Contohnya soal beras. Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, stok beras yang dimiliki PT Food Station Tjipinang Jaya, saat ini ada di kisaran 152.500 ton beras.
Menurut Arief jumlah itu sudah cukup melihat, kebutuhan masyarakat Jakarta untuk akhir tahun di perkirakan 83.191 ton beras.
"Stok beras yang dimiliki adalah 152.500 ton. Sedangkan kebutuhan saat natal dan tahun baru adalah 83.191 ton beras. Pasar Induk Tjipinang itu bisa meng-cover sekitar 15 sampai 18 hari di luar dari stok itu. Food Station sendiri sebagai BUMD Pangan sudah menyediakan stok kurang lebih sampai dengan Rp 100 miliar di sini," ungkap Arief, Pulo Gadung, Jakarta, Jumat (20/12/19).
Disamping itu, berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP), stok beberapa komoditas yang terpantau aman menjelang Natal tahun 2019 dan tahun baru 2020 antara lain:
1. Kebutuhan beras sebanyak 83.191 ton dengan ketersediaan saat ini sejumlah 466.902 ton
2. Kebutuhan gula sebanyak 6.997 ton dengan ketersediaan saat ini sejumlah 10.581 ton
3. Kebutuhan daging sapi sebanyak 6.916 ton dengan ketersediaan saat ini sejumlah 13.546 ton
4. Kebutuhan daging ayam sebanyak 11.966 ton dengan ketersediaan saat ini sejumlah 14.942 ton
5. Kebutuhan telur ayam sebanyak 9.015 ton dengan ketersediaan saat ini sejumlah 19.500 ton
6. Kebutuhan bawang merah sebanyak 3.340 ton dengan ketersediaan saat ini sejumlah 3.470 ton
7. Kebutuhan cabe merah sebanyak 2.581 ton dengan ketersediaan saat ini sejumlah 3.911 ton
8. Kebutuhan bawang putih sebanyak 2.970 ton dengan ketersediaan saat ini sejumlah 7.827 ton. [Asp]
Laporan : Eka