Langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno, untuk melepas saham PT. Delta Djakarta Tbk, disayangkan.
Adalah Sekretaris DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Wibi Andrino yang menyayangkan kebijakan tersebut.
Menurut Wibi, seharusnya Anies menambah aset milik negara, bukan malah menjual aset milik negara.
“Itu kan aset BUMD-kan, berarti menghilangkan aset pemerintah, ya harus dituker aset lagi, mau dalam bentuk apa, ya dipikirkan,” kata Wibi pada telusur.co.id, Jumat (13/4/18).
Dirinya menyarankan jika memang Anies-Sandi jadi menjualnya, maka hasil penjualannya harus diperuntukan bagi kepentingan masyarakat.
“Bangun Masjid, bangun fasilitas umum, yang penting kembali ke masyarakat,” kata Wibi.
Diketahui, PT. Delta Djakarta Tbk setiap tahunnya setor keuntungan ke kas Pemprov DKI Jakarta, namun hal itu tidak membuat Gubernur Anies mempertahankan perusahaan yang memproduksi bir tersebut.
Disampaikan Gubernur Anies, saat ini mayarakat ibukota lebih membutuhkan investasi air bersih, bukan air keras.
“Jakarta jauh lebih membutuhkan kita berinvestasi pada air bersih daripada air keras,” kata Gubernur Anies di salah satu Hotel di Jakarta, Senin (9/4/18).
Terkait setoran perusahaan bir itu, menurut bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tidak terlalu signifikan dibandingkan pendapatan dari sektor lain.
Sekedar informasi, Pemprov DKI Jakarta memiliki saham sekitar 26,52 persen di PT. Delta. Perusahaan tersebut setiap tahunnya memberikan deviden sekitar Rp 37 miliar, ke Pemprov DKI. [ipk]