Telusur.co.id - Akibat kurangnya ruang kelas dan tidak adanya perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, siswa SDN 01 Cicau, Cikarang Pusat, melakukan aktivitas belajar mengajar tanpa kursi dan meja belajar.
Salah seorang guru, Devi menuturkan, terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar di aula Desa Cicau, karena kurangnya kelas. Pada tahun ajaran sebelumnya sudah dipaksakan untuk belajar di sekolah, namun dianggap kurang efektif.
“Kegiatan belajar mengajar baru diadakan pada tahun ajaran baru saja karena tahun-tahun sebelumnya kita coba maksimalkan di sekolah dengan cara dibagi dua shift, ada yang masuk pagi jam 07.00-10.00 WIB untuk bagian siang jam 10.00-12.00 WIB,” ujarnya, Kamis (16/08/18).
Dikatakan Devi, aktivitas belajar mengajar seperti itu dirasakan kurang efektif. “Namun, alhamdulillah kami diperbolehkan oleh kepala desa untuk menempati aula desa, namun untuk di aula pun kami kekurangan fasiltas seperti kursi dan meja belajar,” ujarnya.
Kurangnya kelas, menurut Devi, sebenarnya sudah dialami kurang lebih selama 6 tahun kebelakang. “Adapun murid yang belajar di aula Desa Cicau yaitu kelas 5 A dan kelas 5 B. Jumlahnya sebanyak 54 siswa,” katanya.
Devi berharap pihak Pemkab Bekasi bisa membangun ruang kelas tambahan di SDN 01 Cicau ini, karena dari tahun 2014 mereka hanya dijanjikan pembangunan saja namun tidak ada tindakan nyata.
Sementara itu, Kepala Desa Cicau, Kalim mengaku miris melihat sekolah yang berdekatan dengan kantor desa, kekurangan kelas. Kalim berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi bisa melihat langsung kondisi belajar mengajar SDN 01 Cicau. (ham)