Telusur.co.id - Pemerintah Kota Jakarta Utara menggandeng swasta dan masyarakat dalam penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), Minggu (17/3/2019). Kolaborasi ini pun menghasilkan kegiatan yang meriah dengan kehadiran ribuan pengunjung.
Pantauan, jumlah pengunjung signifikan meningkat dibanding HBKB bulan lalu. Berbagai komunitas maupun organisasi masyarakat tumpah ruah di sepanjang Jalan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan diisi mulai dari senam aerobik, pentas seni, hingga pembagian doorprize. Puluhan stand kuliner hingga aksi sosial pun turut menyedot perhatian pengunjung.
Wali Kota Jakarta Utara, Syamsuddin Lologau mengatakan, HBKB semakin meriah dengan mengedepankan konsep kolaborasi swasta dan masyarakat. Tentunya hal ini semakin menggerakkan masyarakat untuk menikmati fasilitas berolahraga yang digelar pemerintah kota.
“Kita tentu menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jakarta Utara yang sudah hadir menikmati fasilitas yang kita berikan. Tergerak hati dan raganya untuk berolahraga. Biar kita semakin sehat,” kata Syamsuddin, saat ditemui di Jalan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (17/3).
Pada HBKB kali ini, dijelaskannya turut berkolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Jakarta Utara. Kolaborasi itu pun diharapkan dapat dilakukan pada berbagai kegiatan pelayanan mastarakat lainnya.
Perluang kolaborasi ini tentunya terbuka bagi komunitas maupun organisasi masyarakat manapun. Yang pasti, kegiatan harus memiliki dampak manfaat bagi masyarakat luas.
“Kita harapkan kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini, tapi juga setiap ada kegiatan lainnya. Harus mengambil peran penting dalam rangka memberikan layanan kepada masyarakat. Siapa saja boleh berkolaborasi dengan pemerintah,” jelasnya.
Sementara Ketua HIPMI Cabang Jakarta Utara Fahreza Achmad menerangkan, kolaborasi kali ini mengusung tema HIPMI Jakarta Utara Peduli Sehat. Berbagai kegiatan sosial digelar mulai dari senam aerobik, pemeriksaan kesehatan dari Fakultas Kedokteran bagi masyarakat ekonomi rendah hingga donor darah dari Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta.
“Pemeriksaan kesehatannya mulai dari cek gula darah, cek kolesterol, dan cek asam urat. Tapi misalkan ada pasien dengan hasil analisa dokternya berpenyakit cukup serius, maka dokter akan memberikan resep atau surat rujukan untuk berobat ke Puskesmas. Tapi selama itu masih penyakit yang umum kita siapkan juga obat yang generiknya,” terangnya.
Melihat kegiatan signifikan dikunjungi ribuan orang, pihaknya akan kembali mengatur skema kolaborasi pada kegiatan HBKB selanjutnya. Bahkan tak menutup kemungkinan kolaborasi akan dilakukan pada berbagai kegiatan lainnya yang memberikan nilai positif bagi masyarakat.
“Jadi akan kita diskusikan bagaimana supaya di HBKB Jakarta Utara ke depan, HIPMI Jakarta Utara selalu terlibat aktif. Mungkin nanti kita coba atur lagi skemanya seperti apa. Kita tidak menyangka pengunjung di luar dugaan kita. Melebihi target yang kita pikirkan sebelumnya,” tutupnya.
Laporan : Ilham Dharmawan