telusur.co.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan mengganti semua dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat diterpa banjir.
Begitu disampaikan oleh Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, di Jakarta, Jumat (3/1/20).
"Berkenaan dengan musibah banjir ini, banyak dokumen kependudukan yang hilang dan rusak. Sebagaimana langkah Dukcapil setiap ada bencana seperti gempa NTB, tsunami di Banten dan Lampung, serta Sulteng, dan lainnya, kita langsung bergerak aktif mendata dan mengganti dokumen yang hilang rusak tersebut dengan gratis," kata Zudan.
Zudan menjelaskan, Dukcapil merupakan salah satu dokumen penting yang harus dijaga keberadaannya. Bahkan, senantiasa berada dekat dengan sang pemilik.
Kemudian, penerbitan dokumen kependudukan menjadi wujud pengakuan dan perlindungan negara terhadap status kependudukan setiap orang melalui pencatatan peristiwa penting dan peristiwa kependudukan.
Oleh karena itu, menurut Zudan, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri selalu siap menerbitkan bahkan melayani penerbitan ulang atau mengganti dokumen yang rusak akibat musibah.
Mengenai musibah banjir di Jabodetabek, Zudan sudah memerintahkan jajarannya di seluruh Indonesia, terutama para Suku Dinas Dukcapil di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten agar bergerak aktif mendata dan mengganti dokumen yang hilang rusak tersebut dengan gratis.
Begitu juga dengan KTP elektronik, Zudan mengimbau warga agar tidak perlu khawatir karena blanko yang tersedia cukup untuk pencetakan ulang.
"Kami dari pusat akan memberikan pendampingan seperti biasanya. Tolong segera dilakukan mulai hari ini atau setelah banjir surut," tukasnya.[Fh]