Kalau Tak Ada Oposisi, Jokowi Akan Berhadapan Langsung Dengan Rakyat

Kalau Tak Ada Oposisi, Jokowi Akan Berhadapan Langsung Dengan Rakyat

telusur.co.id -  Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengatakan, Joko Widodo (Jokowi) seharusnya tidak sedilema periode pertamanya untuk menentukan komposisi kabinet di pemerintahannya di periode yang kedua.

Pria yang akrab dengan panggilan Cak Nanto itu mengungkapkan, kalau dilihat hasil pemilu 2019, kekuatan pemerintahan Jokowi sudah sampai 60 persen, karenanya tidak perlu lagi asupan dari luar.

"Kalau dilihat dari kacamata saya, ada manuver baru partai pendukung mulai agak renggang dalam membangun konstruksi pemerintahan ke depan," kata Cak Nanto dalam dalam diskusi Forum Jurnalis Merah Putih bertajuk 'Jokowi di Pusaran Kepentingan, Minta ini Minta Itu' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/19).

Menurut dia, kalau tidak ada opisisi, maka Jokowi akan berhadapan langsung dengan rakyatnya. Dia menilai, manuver tim Jokowi, juga memberatkan dalam memilih menteri. Padahal seharusnya, di periode ini Jokowi bisa lebih percaya diri dalam memilih pembantunya.

"Masukan publik sekarang ini, tidak banyak muncul. Harusnya tidak tertutup seperti sekarang ini, nanti akan muncul riak-riak baru. Oposisi pendukungnya yang dikuatkan, bukan tarik ulur untuk mendapatkan jatah lebih," ungkapnya.

Dia menilai, meski Jokowi yang menentukan, tapi seperti terlihat didikte oleh pendukungnya. Oleh karenanya dia mengingatkan, jangan sampai Jokowi tersandera dengan permainan parpol pendukung.

"Sekarang yang muncul adalah, belum mulai sudah ada pertanyaan berapa kursi yang didapatkan," ujarnya.

"Nah Jokowi ingin tercatat sebagai apa, hanya sebagai presiden saja atau sebagai presiden yang beprestasi. Saya harap Jokowi tidak hanya memilih dengan komitmen politik, tapi juga harus ada dorongan publiknya," pungkasnya. [asp]

Laporan : Fahri Haidar
 

Komentar

Artikel Terkait