telusur.co.id - Lomba Baca Cerpen Betawi yang diselenggarakan oleh Yayasan Baca Betawi diikuti oleh 20 peserta yang dinilai bersaing dalam membacakan cerita pendek karya Firman Muntaco, SM Ardan dan Aba Mardjani. Pilihan pada cerita Betawi yang dilombakan berdasarkan seleksi karya oleh tim panitia.
Mengusung tema 'Sastra dan Kita', lomba ini diikuti 20 peserta. Juri dipercayakan kepada Zen Hae dan Fadjriah Nurdiarsih. Keduanya adalah penulis Betawi.
"Jadi yang dinilai dari peserta Lomba Baca Cerpen Betawi ini yaitu soal penampilan, penghayatan, kelenturan Kebetawian, vokal dan dramatisasi," kata Fadjriah Nurdiarsih sebelum mengumumkan hasil lomba di Taman Ismail Marjuki (TIM), Jakarta, Minggu (9/2/20).
Fadjriah kemudian menjelaskan mengenai empat kriteria pembacaan cerita yang baik. "Pertama, pembacaan cerita yang baik membutuhkan kualitas vokal yang tajam sehingga cerita bisa sampai kepada pendengar/penonton dengan jelas," ucap dia.
Kedua, pembacaan cerita yang baik juga membutuhkan karakterisasi yang terbedakan satu sama lain, sehingga tokoh-tokoh cerita hadir sebagai dirinya sendiri. Mereka hidup dan dihidupkan dengan kualitas interpretasi atau penghayatan yang baik dari para peserta.
"Ketiga, pembacaan cerita yang baik memerlukan tempo pembacaan yang tepat agar laju cerita menjadi enak dan wajar. Tidak kecepatan, tidak pula berlambat-lambat," ujarnya.
Terakhir, pembacaan cerita yang baik memerlukan keseluruhan aspek pembacaan yang berhasil, jalin-menjalin, sehingga ia menjadi peristiwa pemanggungan sastra yang mengenakkan, bukan sekadar pembacaan di dalam kamar atau aksi peminta perhatian di tepi jalan.
Menurut Fadjriah Nurdiasih, kriteria penilaian lomba sendiri diantaranya keaslian karya, kesesuaian materi, kemenarikan, kreatifitas, efektifitas, dan penampilan saat presentasi.
Usai menjelaskan soal kriteria pembacaan cerita yang menjadi penilaian, Fadjriah kemudian mengumumkan hasil Lomba Baca Cerpen Betawi.
Setelah mengamati dan mendengarkan dengan saksama pembacaan cerpen Betawi oleh peserta dan memperdebatkan hasil pembacaan mereka berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, Dewan Juri akhirnya memutuskan nama-nama berikut sebagai pemenang:
Juara 1: Sultan Pasha Aprilian, nomor urut 17, dengan cerita 'Bang Jali Kondangan' karya Aba Mardjani.
Juara II: Zainal Abidin, nomor urut 19, dengan cerita 'Bang Senan Mau Ke Mekah' karya S.M. Ardan.
Juara III: Nining Yuningsih, nomor urut 14, dengan cerita 'Cari Kutu' karya Firman Muntaco.