Gunakan Beton Cepat Kering, Pemprov DKI Keluarkan Biaya Dua kali Lipat Untuk 10 Jalur Transjakarta

Gunakan Beton Cepat Kering, Pemprov DKI Keluarkan Biaya Dua kali Lipat Untuk 10 Jalur Transjakarta

telusur.co.id - Pemprov DKI Jakarta, memperbaiki sepuluh koridor Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta. 

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, perbaikan jalur Transjakarta kali ini menggunakan teknologi khusus bertajuk Beton Rapid Setting yang cepat mengeras. 

“Kami perbaiki dengan rapid setting atau beton cepat keras," kata Hari, Jumat (6/9/19).

Hari mengatakan, alasan pihaknya menggunakan sistim itu, karena ingin, jalur yang baru diperbaiki dapat segera digunakan serta menghindari kemacetan yang panjang.

“Jakarta ini macet. Kalau kita pakai yang manual, itu bisa 14-28 hari, kita bayangkan di koridor 1 kita tutup selama 14-28 hari, gimana kemacetan, busway langsung ke jalan biasa,” ungkapnya.

Ia pun mengakui, anggaran yang dikeluarkan kali ini, membutuhkan biaya yang lebih mahal hingga 2,5 kali dari beton biasa.

"Kalau normal itu beton biasa itu sekitar hampir Rp 2,9 juta sampai Rp 3 juta (per m2). Kalau ini hampir sekitar Rp 8 juta, jadi hampir 2,5 kalinya,” terangnya.

“Tapi efisiensinya berapa, kita hitung. Kalau yang biasa 24 hari, ini hanya sampai 8-10 jam, jadi efektif dan efisiennya signifikan," tambahnya.

Rencananya, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan perbaikan di jalur 10 koridor bus Transjakarta, yang rusak mencapai 11 kilometer (km). Dengan target selesai dalam dua bulan. [Fhr]

 

Komentar

Artikel Terkait