Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilaksanakan SMP Negeri 1 Pebayuran, Kabupaten Bekasi, di hari pertama sempat terkendala. Ujian untuk pelajaran Bahasa Indonesia ini terganggu karena server sempat offline.
Kepala SMPN 1 Pebayuran, Sawat Suhendra mengatakan, pelaksanaan ujian hari pertama yang dijadwalkan akan dimulai pukul 07.30 WIB, Senin (23/4/18), baru bisa dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.
“Ujian hari pertama sempat terganggu akibat masalah server. Siswa baru bisa melaksanakan ujian sekitar 09.00 WIB,” kata dia.
Sawat menjelaskan, meskipun sempat mengalami gangguan, namun ujian pada sesi pertama berjalan lancar.
“Sesi pertama ini ada 150 siswa yang mengikuti ujian, total siswa yang mengikuti ujian ada 423 siswa dan dibagi menjadi tiga sesi,” kata dia.
Sementara itu, sehari menjelang UNBK, ratusan pelajar SMP di wilayah Kecamatan Jatisaih, Kota Bekasi, mengikuti istighosah. “Kegiatan ini sebagai upaya doa. Semoga anak-anak kita bisa mengikuti UNBK dengan lancar,” kata orangtua murid, Hisyam Usamah.
Kegiatan yang dilakukan di Masjid Al-Muaz Azazid ditandai dengan santunan dan juga tausiyah. Pengemasan acara dinilai sangat baik sehingga bisa menjadikan anak-anak benar-benar meresapi dan lebih tenang dalam menghadapi ujian.
“Banyak anak yang sampai menangis, juga orangtuanya terharu. Semoga ini menjadi doa yang baik dalam menyambut UNBK anak-anak,” kata dia.
Pelajar SMP yang mengikuti UNBK hari ini juga diberi pembekalan rohani sehingga mencapai hasil yang baik. Doa kepada Allah dengan khusuk dan bersama akan bisa menjadikan hati lebih siap dan tenang.
H Anwar Anshori Mahdum, penceramah sekaligus motivator, mengharapkan anak-anak bisa tenang dengan selalu mengharapkan pertolongan Allah.
Segala usaha keras sudah dilakukan dengan belajar, dan saatnya untuk ujian juga dilakukan dengan baik dengan petolongan Allah.
Lembaga Bimbel Gama 88 sebagai penyelenggaran menyebutkan murid memang diajarkan untuk menabung dan memberikan hasil tabungan untuk sedekah. [ipk]