Diduga Bermasalah, Dewan Kebon Sirih Bakal Bentuk Pansus LRT

Diduga Bermasalah, Dewan Kebon Sirih Bakal Bentuk Pansus LRT

Telusur.co.id -

Sejumlah fraksi di DPRD DKI Jakarta telah menandatangani persetujuan menggulirkan pembentukan panitia khusus (pansus) Light Rail Transit (LRT), atau kereta ringan Jakarta.

Adalah Fajar Sidik dari Gerindra, Inggard Joshua dari Nasdem, Tandanan Daulai dan Khotibi Achyar dari Golkar, serta Selamat Nurdin mewakili PKS, yang telah menandatangani pembentukan pansus tersebut.

Menurut Selamat Nurdin, proyek LRT yang dibangun PT. Jakpro sejak awal memang bermasalah. Mulai dari segi anggaran yang dinilai kemahalan, penempatan lokasi tidak tepat, hingga efektifitas terhadap penanganan kemacetan yang dianggap tidak optimal, serta banyak lagi persoalan lainnya.

“Pekan ini kami targetkan pansus sudah terbentuk,” kata dia kepada wartawan, kemarin.

Bukan hanya itu, menurutnya biaya pembangunan sarana dan prasarana LRT Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading sepanjang 5,8 kilometer jauh lebih mahal dibandingkan dengan LRT Jabodetabek yang digarap oleh PT. Adhi Karya Tbk.

“LRT Jakarta juga lebih mahal dari LRT Palembang yang dibangun PT. Waskita Karya Tbk,” kata dia.

Dipaparkan, LRT PT. Jakpro biaya untuk setiap kilometernya lebih dari Rp 1 triliun. Sementara itu, LRT Jabodetabek dan Palembang hanya berkisar Rp 600 miliar per kilometer. Padahal jenis dan kualitasnya sama.

“Pansus nantinya akan mengorek mengenai hal ini,” kata dia.

Sementara itu, terkait wacana tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjamin pihaknya akan kooperatif. Sandi juga memastikan, pihaknya akan terbuka mengenai pembangunan LRT.

“Kita buka semua, open ke publik seluas-luasnya. Kita tidak ingin proyek yang akan menjadi lembaran baru transportasi berbasi rel di DKI ini terkesan banyak yang ditutup-tutupi,” kata Sandi. [ipk]

Komentar

Artikel Terkait