Demo Tolak Pemborosan di Pemprov DKI, Emak-emak: Buat Apa Lem Aibon Sampai 8,2 Miliar?

Demo Tolak Pemborosan di Pemprov DKI, Emak-emak: Buat Apa Lem Aibon Sampai 8,2 Miliar?
Demo emak-emak di DPRD DKI, Rabu (13/11/19). (Foto: tellusur.co.id/Eka Mutia)

telusur.co.id -Belasan ibu-ibu rumah tangga menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/19).

Emak-emak yang menamakan diri Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) itu, meminta agar Pemprov DKI Jakarta tidak melakukan pemborosan untuk hal-hal yang tidak penting, seperti anggaran lem Aibon yang sebesar Rp 8,2 miliar.

"Buat apa lem Aibon sebanyak 8,2 miliar. Buat apa bu? Kita gak tau buat apa. Stop pemborosan," seru seorang ibu dalam orasinya.

Menurut para emak-emak itu, daripada menganggarkan untuk lem Aibon, lebih baik Pemprov DKI menganggarkan hal yang lebih penting untuk kesejahteraan masyarakat kota Jakarta, terutama dalam pendidikan.

Selain menyerukan pendapat, emak-emak itu juga membawa perlengkapan demo seperti spanduk bertuliskan 'Stop Pemborosan' serta Sapu Lidi.

Seperti diketahui, sampai saat ini DPRD DKI dan Pemprov DKI masih membahas rancangan anggaran untuk APBD DKI Jakarta tahun 2020.

Dalam rancangan itu, banyak ditemukan oleh DPRD DKI anggaran-anggaran yang tidak realistis dimasukan dalam anggaran daerah. Termasuk anggaran pengadaan lem aibon untuk sekolah-sekolah, sebesar Rp 8,2 miliar. [Fhr]

Laporan: Eka Mutia

Komentar

Artikel Terkait