BPBD DKI Jakarta : 10,74 Persen RW di DKI Jakarta Terendam Banjir

BPBD DKI Jakarta : 10,74 Persen RW di DKI Jakarta Terendam Banjir

telusur.co.id - Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Senin malam hingga Selasa pagi, mengakibatkan wilayah Jakarta dan sekitarnya mengalami bencana banjir. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mencatat, hingga oukul 12.00 WIB, terdapat 294 RW yang terkena banjir.

"Hingga pukul 12.00 WIB, terdapat 294 RW (10,74 % RW di DKI Jakarta)," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD Provinsi DKI Jakarta, M Insaf dalam keterangan tertulis, Selasa (25/2/20). 

Insaf juga mengatakan, banjir tertinggi di DKI Jakarta saat ini berada di kelurahan Cawang, dengan ketinggian air 200 cm. 

Saat ini juga, kata dia, sudah ada 973 KK, 3.565 jiwa yang telah diungsikan di 40 lokasi. yaitu di Masjid Al Muhibin, Yayasan Al Hanif RT 03, Masjid Al Muhajirin RW 10, Mushola Al Istiqomah, TPQ-TKI Rambanee, Kantor Kelurahan Kampung Melayu, Kantor Pos RW 07, Aula Masjid Ittihadul Ikhwan RW 08, SKKT, Kantor Daihatsu RW 15 dan Aula Kantor Kelurahan Kayu putih, Jln. Baru Pulonangka RW 16 dan Masjid Darussalam RW 16, Mushola Kelurahan, Masjid Al-Muqorobin, Aula Kelurahan, Masjid Darul Maarif, Musholla Miftahul Salam, Musholla Istiqomah, Mushollah Albarokah, Dipo Kontainer PT. Bestindo Central Container Jl. Cakung Cilincing. Yayasan Al Wathoniyah 14 Jl. Rorotan 3, RPTR Pancarona Jl. Rorotan VI, Kantor RW 08, Mushola Malaka Bulak, Sekretariat RW 01, 02 dan 03, Musholla Nurul Bayan, Sekolah ZamiZami, Posyandu Puji Bakti, Masjid Baiturrahim, Bengkel RW 012, Kantor Kel.Sukapura, Rusun Blok A, TK Negeri Semper, Aula Tje Tje Rahman, RPTRA Triputra Persada Hijau, Masjid Ad- Da'wah, Kantor RW 10, Kantor RW 11, SKKT RW 05, Masjid At Taqwa, Apartement Gading Nias, Rusunawa Pengadegan. 

Menurutnya, genangan-genangan banjir di Jakarta ini diakibatkan oleh meluapnya sungai-sungai, karena curah hujan yang sangat ekstrim.

"Curah hujan sangat lebat hingga ekstrim yang terjadi di wilayah Dki Jakarta dengan curah hujan tertinggi yang terukur oleh stasiun BMKG sebesar 278 mm/hari di Stasiun Meteorologi Kemayoran, sehingga menyebabkan beberapa pintu air mengalami kenaikan status siaga dan sungai meluap," terangnya. 

Sebelumnya, berdasarkan peta sebaran hujan Jabodetabek, BMKG pada hari Senin (24/2/20) pukul 07.00 WIB sampai dengan Selasa (25/2/20)
pukul 07.00 WIB, curah hujan ekstrim (>150mm/hari) terjadi pada 7 (tujuh) stasiun, yaitu Stasiun Meteorologi Kemayoran (278 mm/hari), Pintu Air Pulo Gadung (250 mm/hari), Pulomas (245 mm/hari), Manggarai (209 mm/hari), Halim PK (205 mm/hari), Sunter Timur 1 Kodamar (165 mm/hari), Setiabudi Timur (150 mm/hari). [Fhr]

Komentar

Artikel Terkait