Baru Dua Bulan, Jalur Sepeda di Cikini Jadi 'Korban' Pelebaran Trotoar

Baru Dua Bulan, Jalur Sepeda di Cikini Jadi 'Korban' Pelebaran Trotoar
Jalur sepeda Cikini menjadi korban / Net

telusur.co.id - Jalur sepeda di bawah Jembatan Kereta Cikini, Jakarta Pusat, yang baru berusia dua bulan, menjadi 'korban' dari pelebaran trotoar untuk pejalan kaki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Terkait itu, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi membenarkannya. Namun, kata dia, jalur sepeda tidak akan dihilangkan.

"Cuma perbaikan, nggak dihilangin. Nanti di trotoarnya tetap akan ada jalur sepeda," kata Irwandi.

Meski begitu, dia kurang mengetahui secara rinci panjang keseluruhan jalur sepeda yang dibongkar untuk pelebaran jalur pejalan kaki di Cikini.

Selain itu, Irwandi juga tidak mengetahui dana yang dikeluarkan untuk melakukan pengecatan ulang marka-marka jalan serta rambu lalu lintas untuk jalur sepeda di trotoar Cikini.

"Kurang tahu saya itu, yang tahu itu kan Bina Marga DKI," kata Irwandi.

Sebelumnya, sebuah akun twitter bernama @iina_surbakti memprotes kebijakan Pemprov DKI dalam melakukan pelebaran jalur bagi pejalan kaki.

"Bikin jalur sepeda belum dua bulan udah kebongkar pelebaran trotoar, apa ga pada ngobrol ya di Pemprov? #Jakarta," cuit Iina.

Dalam unggahan itu pun Ina menyertakan foto jalur sepeda yang sudah dihancurkan oleh Dinas Bina Marga DKI dan digunakan sebagai tempat untuk menaruh pembatas trotoar.

Kawasan Cikini merupakan salah satu kawasan yang masuk program penataan prioritas dalam Kegiatan Strategis Daerah (KSD) DKI Jakarta.

Selain mengorbankan jalur sepeda, sebelumnya pemotongan pohon angsana yang dinilai rapuh juga dilakukan terkait penataan kawasan itu. [Asp]

Laporan: Saiful Anwar

Komentar

Artikel Terkait