Bangun Budaya Literasi, Yayasan Baca Betawi Berharap Dukungan Pemprov DKI Lebih Optimal

Bangun Budaya Literasi, Yayasan Baca Betawi Berharap Dukungan Pemprov DKI Lebih Optimal
Ketua Yayasan Baca Betawi, Racmad Sadeli. (Foto:telusur.co.id/Fahri).

telusur.co.id - Yayasan Baca Betawi berharap bisa mendapat dukungan dan bersinergi lebih optimal dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Kebudayaan Provinsi DKI untuk membangun budaya literasi, khususnya tentang Betawi di kalangan anak-anak muda.

Ketua Yayasan Baca Betawi, Rachmad Sadeli mengatakan, sebelumnya pihaknya memang sudah pernah bekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) yang notabene berada di bawah Pemprov DKI Jakarta.

"Sejauh ini sih masih belum optimal kalau saya bilang, apalagi Dinas Kebudayaan yang baru ini kan baru dipisah kan. Ya mudah-mudahan ada sinergi ke depannya dengan dinas kebudayaan," kata Rachmad kepada di sela-sela acara Lomba Baca Cerpen Betawi di Taman Ismail Marjuki, Jakarta, Minggu (9/2/20). 

Meski berharap mendapat dukungan, kata Rachmad, pihaknya tak mau bergantung kepada Pemprov DKI Jakarta. Sebab menurut dia, misi literasi adalah misi semua pihak. 

"Karena kita tahu bahwa Indonesia secara literasi kurang. Kita biasanya patungan bikin acara-acara kayak begini. Saya terakhir di car free day, saya pajang buku-buku dan ada pertunjukan Betawi, itu dari urunan kita-kita. Karena kita pikir kalau banyak ngeluh, bikin males kan, lebih baik jangan ngeluh lah, bikin aja sesuatu, kalau didukung ya Alhamdulillah," bebernya.

Rachmad mengungkapkan, sejauh ini Yayasan Baca Betawi sudah memiliki dua perpustakaan. Yang pertama, kata dia, ada di kediamannya di daerah Cilandak KKO, Jakarta Selatan.

"Udah punya 400 lebih buku tentang Betawi, Jakarta, Batavia dan sebagainya. Itu untuk umum, gratis kalau mau pinjam di situ asal datang aja dan hubungi saya," ujar Rachmad.

Perpustakaan yang kedua, lanjut dia, ada di sekretariat Yayasan Baca Betawi di daerah Kramat Jati, Jalan Kelapa Gading. 

"Pengennya lebih banyak lagi perpustakaan yang dibangun, khususnya berfokus pada literatur Betawi," pungkasnya. [Tp]

Laporan: Fahri Haidar

Komentar

Artikel Terkait