Telusur.co.id - Polusi udara di DKI Jakarta tidak hanya berasal dari kendaraan bermotor, melainkan dari pembangkit listrik tenaga uap batu bara di sekitaran Jakarta, dan limbah sisa rumah tangga.
Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Jalan Makam Wakaf Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/19).
Tidak asal bicara, Gubernur DKI itu mengaku memiliki data khusus untuk membuktikan jumlah polusi yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga uap batu bara.
“Ada data, nanti usai Lebaran saya akan presentasikan,” kata Anies.
Untuk mengurangi polusi udara, kata Anies, tidak cukup hanya pemerintah yang mengatasi. Semua komponen harus terlibat, mengubah perilaku mengurangi polusi udara.
Salah satu cara untuk mengurangi polusi udara yakni melakukan perubahan perilaku dari tiap komponen yang menjadi penyebab adanya polusi udara.
“Perilaku dunia usaha, perilaku berumah tangga, perilaku pribadi dan perilaku pemerintah. Karena perilaku kitalah yang menyisakan seperti ini dan kerusakan itu harus diubah,” kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. [ipk]