Turki Mau Serang Suriah Utara, Amerika Ogah Ikut-ikutan

Turki Mau Serang Suriah Utara, Amerika Ogah Ikut-ikutan

telusur.co.id - Sikap pemerintah Turki yang memerintahkan pasukan militer untuk bergerak maju dalam rangka menciptakan "zona aman" di Suriah Utara mendapatkan respon dari Amerika Serikat.

Sekretaris pers Gedung Putih, Stephanie Grisham mengatakan jika Amerika Serikat tidak ikut-ikutan dalan operasi militer yang diinginkan oleh Turki. “Pasukan AS tidak akan mendukung atau terlibat di dalamnya,” tegasnya.

"Turki akan segera bergerak maju dengan operasinya yang telah lama direncanakan ke Suriah Utara," sekretaris pers Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Grisham mengatakan setelah panggilan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Turki akan menahan para pejuang asing yang ditangkap dalam kampanye pimpinan AS melawan ISIL, yang telah ditahan oleh pasukan Kurdi yang didukung oleh AS.

"Amerika Serikat tidak akan menahan mereka selama bertahun-tahun dan biaya besar bagi pembayar pajak Amerika Serikat," kata pernyataan itu.

Sebelumnya, Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden AS Donald Trump membahas dalam panggilan telepon rencana Turki untuk membangun "zona aman" di sebelah timur Sungai Eufrat di Suriah.

Erdogan mengatakan pada hari Sabtu serangan militer ke Suriah timur laut sudah dekat, setelah Ankara menuduh Washington menghentikan upaya untuk membangun "zona aman" di sana bersama-sama.

Turki telah lama bersumpah untuk melakukan operasi yang menargetkan milisi YPG Kurdi Suriah, yang dianggapnya sebagai organisasi teroris yang terikat dengan pemberontak Kurdi di Turki. Amerika Serikat membantu YPG mengalahkan militan Negara Islam di Suriah. [Ham]

Komentar

Artikel Terkait